Dahulu di suatu hutan yang sangat lebat hiduplah seekor anak macan putih. Dia selalu mencari hal-hal yang baru dalam dunianya. Sampai pada suatu ketika sang macan putih bertemu dengan kawanan serigala yang haus dengan darah. Sang macan putihpun sadar bahwa dia harus menyerang kalau masih ingin selamat. Dan pertempuran yang sengitpun terjadi antara sang macan putih dengan kawanan serigala yang haus darah tersebut. Walaupun dengan luka-luka yang cukup parah disekujur tubuhnya, sang macan putih berhasil mengusir kawanan serigala tersebut.
Semenjak kejadian itu sang macan putih sudah larut kedalam amarahnya sehingga dia serinng lepas kontrol. Sang macan putih akan mendapatkan apapun yang dia inginkan walaupun harus melalui pertumpahan darah sekalipun. Sang macan putih yang selalu tidak bisa mengontrol dirinya itupun sempat hampir terbunuh dalam suatu peperangan. Saat itu sang macan putih memimpin kelompoknya bertempur dengan kawanan singa untuk merebutkan wilayah. Sang macan putihpun langsung tersentak ketika dia melihat kawanan lawan yang jumlahnya lebih besar. Alhasil kelompok sang macan putih berhasil dipukul mundur oleh kelompok singa tersebut dan sang macan putih bersembunyi disamping pohon besar untuk menyalamatkan hidupnya.
Sang macan putih sangat terkenal akan kepemimpinanya, sehingga tidak jarang dia berada di barisan paling depan pada saat peperangan. Berhubug sang macan putih tidak dapat mengendalikan dirinya, jadi dia memimpin dengan keras pada setiap bawahannya.
Seiring berjalannya waktu, sang macan putihpun semakin tak terbendung amarahnya. Dia akan menghancurkan apapun yang mencoba menghalangi tujuannya. Akan tetapi amarah sang macan putih yang besar itu sedikit demi sedikit dapat dia kendalikan ketika dia sudah beranjak dewasa. Hal ini dikarenakan sang macan putih menemukan sesosok bidadari cantik yang taat pada saat perjalanannya. Pada awalnya sang macan putihpun sadar bahwa dia tidak pantas mendampingi sang bidadari itu, Tapi semangat sang macan putih yang besar telah menyelamatkannya dari keputus asaan. Sehingga dia memutuskan untuk berlatih mengendalikan dirinya. Supaya perbedaan antara dirinya dengan bidadari yang telah memikatnya tidak terlalu jauh. Hingga akhir masanya sang macan putih tidak bisa mendampingi sang bidadari yang taat tersebut.Akan tetapi sang macan putih bisa mengambil suatu pelajaran bahwa amarah tidak akan pernah mengatasi semua masalah dan amarah akan membuat besar semua masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar