Tangisanmu menjadi bukti akan semua perjuanganmu.
Cucuran keringat dibawah panasnya mentari menjadi bukti
akan semua pengorbananmu.
Hembusan nafas yang tak teratur menjadi bukti akan semua usahamu.
Goresan telapak kaki yang berdarah sebagai bukti semua
langkahmu.
Semua
itu engkau lakukan hanya untuk anak dan istrimu.
Hanya
untuk sesuap nasi penghilang kelaparan
keluargamu.
Hanya
untuk seteguk minuman penghilang dahaga keluargamu.
Hanya
untuk kebahagiaan keluargamu.
Tanpa memperdulikan nyawamu.
Tanpa memperdulikan dirimu.
Tanpa mengenal menyerah kau lewati semua rintanganmu.
Tanpa mengenal lelah kau lakukan semua itu.
Ayahku…..
Semua
usahaku tak sebanding dengan semua pengorbananmu.
Semua cucuran keringatku tak
sebanding dengan cucuran keringat dan air matamu.
Dan
hanya do’a suciku yang selalu menyertaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar