Assalamu'alaikum, Selamat Datang dan Selamat Membaca

Sabtu, 06 Juni 2015

“Ayahku”

Tangisanmu menjadi bukti akan semua perjuanganmu.
Cucuran keringat dibawah panasnya mentari menjadi bukti akan semua pengorbananmu.
Hembusan nafas yang tak teratur menjadi bukti akan semua usahamu.
Goresan telapak kaki yang berdarah sebagai bukti semua langkahmu.
                   Semua itu engkau lakukan hanya untuk anak dan istrimu.
                   Hanya untuk sesuap nasi penghilang  kelaparan keluargamu.
                   Hanya untuk seteguk minuman penghilang dahaga keluargamu.
                   Hanya untuk kebahagiaan keluargamu.
Tanpa memperdulikan nyawamu.
Tanpa memperdulikan dirimu.
Tanpa mengenal menyerah kau lewati semua rintanganmu.
Tanpa mengenal lelah kau lakukan semua itu.
                   Ayahku…..
                   Semua usahaku tak sebanding dengan semua pengorbananmu.
Semua cucuran keringatku tak sebanding dengan cucuran keringat dan air matamu.

                   Dan hanya do’a suciku yang selalu menyertaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar