Ketika saya selesai menaruh ransel di meja, saya langsung
dikejutkan oleh sebuah pertanyaan. Walaupun pertanyaan itu sangat sederhana,
tetapi butuh pemahaman yang luar biasa untuk menjawabnya. Sayapun seakan tidak
percaya ketika pertanyaan itu terucap oleh teman yang tidak kritis. Pertanyaan
itu adalah "Siapa Yang Salah kang ?", pertanyaan yang tak terduga
oleh saya.
Kemudian dia mulai memaparkan alasan kenapa dia bertanya
seperti itu kepada saya. Ini semua karena ada 3 orang yang masih duduk dibangku
sekolah ( SD ) mencoba membobol jok motor yang diparkir didepan pondok kami.
Saya seakan-akan tak percaya mendengar penjelasannya, tapi ketika saya buktikan
kebenaran informasinya, ternyata memang benar semua yang telah diucapkan oleh
teman saya itu. Sayapun terdiam dan menanyakan pertanyaan yang sama pada diri
saya sendiri. Kenapa anak seumuran itu sudah melakukan hal yang tidak pantas ?
terus siapa yang salah disini ?.
Saya mulai menggunakan otak saya untuk berfikir tentang
fenomena yang baru saja terjadi didepan mata saya itu. Dan akhirnya saya
menemukan jawaban atas peristiwa itu lalu saya utarakan pada teman saya, "
Begini kang, di daerah ini sebagian masyarakatnya sibuk bekerja, terutama bagi
orang tua yang sudah mempunyai anak dan menyekolahkan anaknya. Mereka hanya
ingin menyukupi kebutuhan jasmaniah tanpa memperdulikan kebutuhan rohaniah
anak-anaknya. Jadi yang terpenting hanyalah anaknya bisa sekolah dan makan
saja, mereka tidak mementingkan bagaimana prestasi, tingkah laku, pergaulan,
dan juga keimanan anak tersebut. Jadi yang terjadi seperti apa yang anda lihat
kang ". Jawaban atas pertanyaan teman saya.
Sayapun melanjutkan keterangan saya " Jadi kita harus
ingat bahwa manusia memiliki 2 kebutuhan, kebutuhan jasmani dan kebutuhan
rohani. Kedua kebutuhan itu haruslah seimbang dalam memenuhinya kang, supaya
terjadi keseimbangan dalam kehidupan manusia tersebut. Kita juga harus ingat
bahwa anak adalah titipan dari Tuhan yang harus kita rawat dengan
sebaik-baiknya karena kelak kita akan dimintai tanggung jawab atas semua yang
telah dikaruniakan Tuhan kepada kita".
Ini hanya sebagian kecil dari fenomena yang terjadi
disekitar kita, apakah kita harus diam saja melihat fenomena ini atau kita akan
memperbaikinya dengan memulai dari diri kita sendiri ?. Itu hanyalah pilihan
yang harus kita pilih, karena hidup itu sendiri adalah suatu pilihan dan setiap
pilihan mempunyai konsekuensi yang harus kita terima dan jalankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar