Kadang kita terjebak dengan kesempurnaan fisik kita. Kita
selalu memperhatikan fisik daripada memperhatikan batin kita. Padahal andai
kita tahu bahwa tak selamanya fisik menjadi acuan dalam hidup.
Hal itu tak berlaku pada kehidupan orang buta. Walaupun
mereka tidak bisa melihat seperti orang normal lainnya, tapi mereka lebih bisa
menggunakan hatinya. Banyak sekali orang normal yang kehilangan arah dalam
hidup, tapi itu tak berlaku pada orang buta. Semuanya bermula ketika saya
selesai menunaikan ibadah sholat jum'at pada siang tadi. Saya tertegun melihat
orang yang menuruni tangga dengan mata tertutup dan hanya menggunakan sebilah
tongkat dari kayu yang sangat sederhana. Hal lain yang membuat saya tak
henti-henti mengucapkan Subchanalloh dalam hati adalah ketika beliau berhasil
menemukan sandal jelek beliau yang terpisah cukup jauh tanpa melihatnya. Saya
langsung berfikir, bagaimana jika orang yang dapat melihat mengetahui sandal
jeleknya disamping sandal-sandal yang lebih bagus. Pasti ada sebagian oknum
yang menukar sandal jeleknya dengan sandal yang lebih bagus walaupun itu milik
orang lain.
Masih butuh bukti bahwa orang buta lebih bisa menggunakan
hatinya daripada orang normal ?. Orang buta yang bekerja walaupun dia produktif
seperti orang normal lainnya dia akan tetap ikhlas ketika dia menerima upah
yang tidak semestinya. Sedangkan orang yang dapat melihat belum tentu mau
melakukan itu, sebagian oknum (orang) yang bisa melihat biasanya malah meminta
gaji yang lebih tinggi karena dia produktif. Ini semua hanya sebagian kecil
dari bukti yang terjadi di sekitar kita.
Tulisan ini tidak untuk menyudutkan salah satu pihak.
Tulisan ini hanya bertujuan supaya kita lebih mampu memperhatikan dan
menggunakan hati daripada fisik kita. Terimakasih pada semua pembaca, semoga
kita bisa menjadi orang yang lebih bijak dan teliti dalam menjalani kehidupan
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar