Setiap
orang menghina dirinya.
Setiap
orang melecehkannya.
Setiap
orang memakinya.
Setiap
orang membuangnya.
Semua hinaan dari orang
sekitarnya.
Semua cacian yang diterimanya.
Semua pelecehan terhadap dirinya.
Ia balas dengan senyuman
dibibirnya.
Kadang
kesedihan menyelimuti wajahnya.
Hingga
matanyapun tak sanggup menampung air matanya.
Lebam
yang membengkakkan matanya.
Seakan
menjadi pemandangan yang biasa di wajahnya.
Walau matanya tak mampu menikmati indahnya
dunia.
Walau matanya tak bisa merasakan sekelilingnya.
Walau matanya hanya bisa terpejam saja.
Tapi dia terselamatkan dari sebuah dosa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar