Nama Actinio Zirka Bala Dewa ( Yang Paling Bawah ), panggilannya adalah Dewa. Sesuai dengan nama panggilannya, dia seakan menjadi dewa dimanapun dia berada. Bukan Dewa kebaikan melainkan Dewa kebencian, jadi dimanapun dia berada maka kebencian akan selalu menyelimuti dirinya. Kebencian yang selalu dibawanya seakan-akan menular pada orang-orang yang berada disekelilingnya. Sehingga tidak jarang orang-orang yang berada disekelilingnya sangat membencinya. Sungguh ironis memang, ketika dia ingin merubah nasibnya dengan memutuskan kuliah yang sudah hampir selesai dan pindah kedataran yang lebih rendah, tapi dia tidak juga mendapatkan kebahagiaan disana. Dia selalu dibenci oleh orang-orang yang berada disekelilingnya, walaupun orang itu baru pertama kali bertemu dengan dia. Belum diketahui pasti penyebab kenapa orang-orang selalu membencinya. Tapi jika dilihat dari kepribadiannya yang OTAKU, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa dia memang layak dibenci oleh semua orang. Argumen ini bukanlah tanpa alasan, salah satu alasan yang mendasari argumen ini adalah dia senang menganggap teman-temannya sebagai alat yang dapat dipergunakannya. Prinsip yang seperti itu membuat orang-orang yang berada disekitarnya menjadi serba salah dan tertekan jika mereka tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh "Sang Dewa Kebencian" ini. Sehingga tidak sedikit dari teman-temannya berusaha untuk menjauhinya dengan cara tidak merespon ketika diajak bicara, ingin cepat pulang ketika dia datang, dan perilaku-perilaku yang menunjukkan kebencian lainnya. Selain dari Prinsip dan perilakunya, "Sang Dewa Kebencian" juga memiliki kata-kata yang tajam dan menusuk. Sehingga tidak jarang banyak sekali teman-temannya yang terluka atas kata-kata "Sang Dewa Kebencian" ini. Salah satu kata yang sering dia ucapkan adalah "Kita memang berjalan dijalan yang sama, tapi kita tidaklah sama, karena kalian tidak pernah mendaki gunung seperti saya, hahaha" kata-kata itu selalu diucapkan pada setiap temannya yang belum melakukan pendakian gunung. Padahal kalau pembaca ingin tahu, "Sang Dewa Kebencian" hanya melakukan pendakian satu kali seumur hidupnya.
Tapi jika perilakunya tidak seperti itu, maka julukan "Sang Dewa Kematian" akan sirna dari dirinya.
NB : Tulisan ini sudah melalui persetujuan oleh "Sang Dewa Kebencian". Dan dia berpesan kepada semua pembaca untuk dapat belajar dari kisahnya. Sehingga kita dapat menjadi orang yang lebih bijak dan teliti lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar