Terdapat pembagian zaman dalam sejarah bumi ini. Salah satunya
yaitu zaman batu, dalam zam ini manusia bertahan hidup menggunakan alat-alat
yang terbuat dari batu. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa batu menjadi aspek
yang sangat penting pada zaman itu.
Sekarang kita dapat melihat sendiri fenomena yang terjadi hampir
disetiap wilayah Indonesia. Fenoma yang terjadi ialah tentang “Batu Akik” yang
telah menggegerkan Negara ini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa
sebagian besar menggunakan batu akik. Batu akik adalah salah satu batu mulia
yang didapatkan dari batu-batu
pegunungan dan lain sebagainya. Batu akik sendiri memiliki berbagai macam jenis
atau nama, seperti bacan, borneo, ijo lumot, dan lain-lain. Sebagian besar
tujuan orang memakai batu akik adalah untuk gaya-gayaan saja. Akan tetapi tidak
jarang juga ada orang yang menggunakan batu akik untuk membuat dirinya tahan
bacok, pemikat, dan lain-lain. Hal itu wajar karena budaya-budaya kita adalah
gabungan dari beberapa budaya, seperti Hindu-Budha, dan Islam. Terutama dalam
budaya Hindu-Budha, mereka mengenal adanya kepercayaan animism dan dinamisme
yaitu kepercayaan terhadap binatang dan benda-benda yang memiliki kekuatan
mistik.
Sebagian orang rela membayar dengan harga yang tinggi untuk sebuah
batu yang diyakininya memiliki kekuatan mistik. Entah apa yang membuat mereka
melakukan itu, tapi itulah yang terjadi dalam keseharian kita. Tapi tetap semua
itu dapat dijelaskan menggunakan ilmu pengetahuan. Kita mulai dengan pertanyaan
“Kenapa orang melakukan itu ?”. ini semua tidak luput dari yang namanya
“kepercayaan” yang telah didoktrin dalam pemikiran dan alam bawah sadar
seseorang oleh orang-orang terdahulu. Selain lewat doktrin, bisa juga lewat
proses pembelajaran, yang dimaksud dengan proses pembelajaran adalah ketika
seorang individu melihat bahwa ada orang yang kebal bacok dan orang itu
mengatakan “Ini semua berkat akik yang saya bawa” maka sebagian besar individu
mengecap bahwa “akik memiliki kekuatan magic yang begitu besar” tanpa meneliti
ulang kebenarannya. Ketika itu terjadi, maka hal yang tak mengherankan apabila
individu membeli akik yang berjenis sama dengan harga yang tak masuk akal
supaya mereka dapat memiliki ilmu yang sama. Hal itu berlaku juga untuk
kekuatan-kekuatan yang lainnya seperti pengasihan, hilang, dan lain sebagainya.
Padahal kalau kita kaji menggunakan ilmu agama, hal seperti itu tidak
diperbolehkan karena kita telah menduakan suatu Dzat Yang Sempurna dengan suatu
dzat yang tidak berdaya.
Jadi kesimpulannya adalah kita harus meneliti kebenarannya terlebih
dahulu sebelum melakukan pengecapan terhadap sesuatu yang belum tentu benar.
Supaya kita tidak termasuk kedalam orang-orang yang tersesat dalam pemikiran
dangkalnya. Batu hanyalah batu takkan pernah berubah menjadi sesuatu yang dapat
menyelamatkan kita dari bencana. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang
bijaksana dan teliti dalam menjalani kehidupan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar