Assalamu'alaikum, Selamat Datang dan Selamat Membaca

Selasa, 09 Juni 2015

Kembali ke zaman Batu

Terdapat pembagian zaman dalam sejarah bumi ini. Salah satunya yaitu zaman batu, dalam zam ini manusia bertahan hidup menggunakan alat-alat yang terbuat dari batu. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa batu menjadi aspek yang sangat penting pada zaman itu.
Sekarang kita dapat melihat sendiri fenomena yang terjadi hampir disetiap wilayah Indonesia. Fenoma yang terjadi ialah tentang “Batu Akik” yang telah menggegerkan Negara ini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sebagian besar menggunakan batu akik. Batu akik adalah salah satu batu mulia yang didapatkan dari  batu-batu pegunungan dan lain sebagainya. Batu akik sendiri memiliki berbagai macam jenis atau nama, seperti bacan, borneo, ijo lumot, dan lain-lain. Sebagian besar tujuan orang memakai batu akik adalah untuk gaya-gayaan saja. Akan tetapi tidak jarang juga ada orang yang menggunakan batu akik untuk membuat dirinya tahan bacok, pemikat, dan lain-lain. Hal itu wajar karena budaya-budaya kita adalah gabungan dari beberapa budaya, seperti Hindu-Budha, dan Islam. Terutama dalam budaya Hindu-Budha, mereka mengenal adanya kepercayaan animism dan dinamisme yaitu kepercayaan terhadap binatang dan benda-benda yang memiliki kekuatan mistik.
Sebagian orang rela membayar dengan harga yang tinggi untuk sebuah batu yang diyakininya memiliki kekuatan mistik. Entah apa yang membuat mereka melakukan itu, tapi itulah yang terjadi dalam keseharian kita. Tapi tetap semua itu dapat dijelaskan menggunakan ilmu pengetahuan. Kita mulai dengan pertanyaan “Kenapa orang melakukan itu ?”. ini semua tidak luput dari yang namanya “kepercayaan” yang telah didoktrin dalam pemikiran dan alam bawah sadar seseorang oleh orang-orang terdahulu. Selain lewat doktrin, bisa juga lewat proses pembelajaran, yang dimaksud dengan proses pembelajaran adalah ketika seorang individu melihat bahwa ada orang yang kebal bacok dan orang itu mengatakan “Ini semua berkat akik yang saya bawa” maka sebagian besar individu mengecap bahwa “akik memiliki kekuatan magic yang begitu besar” tanpa meneliti ulang kebenarannya. Ketika itu terjadi, maka hal yang tak mengherankan apabila individu membeli akik yang berjenis sama dengan harga yang tak masuk akal supaya mereka dapat memiliki ilmu yang sama. Hal itu berlaku juga untuk kekuatan-kekuatan yang lainnya seperti pengasihan, hilang, dan lain sebagainya. Padahal kalau kita kaji menggunakan ilmu agama, hal seperti itu tidak diperbolehkan karena kita telah menduakan suatu Dzat Yang Sempurna dengan suatu dzat yang tidak berdaya.

Jadi kesimpulannya adalah kita harus meneliti kebenarannya terlebih dahulu sebelum melakukan pengecapan terhadap sesuatu yang belum tentu benar. Supaya kita tidak termasuk kedalam orang-orang yang tersesat dalam pemikiran dangkalnya. Batu hanyalah batu takkan pernah berubah menjadi sesuatu yang dapat menyelamatkan kita dari bencana. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang bijaksana dan teliti dalam menjalani kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar