Dahulu di suatu hutan yang sangat lebat hiduplah seekor anak macan putih. Dia selalu mencari hal-hal yang baru dalam dunianya. Sampai pada suatu ketika sang macan putih bertemu dengan kawanan serigala yang haus dengan darah. Sang macan putihpun sadar bahwa dia harus menyerang kalau masih ingin selamat. Dan pertempuran yang sengitpun terjadi antara sang macan putih dengan kawanan serigala yang haus darah tersebut. Walaupun dengan luka-luka yang cukup parah disekujur tubuhnya, sang macan putih berhasil mengusir kawanan serigala tersebut.
Semenjak kejadian itu sang macan putih sudah larut kedalam amarahnya sehingga dia serinng lepas kontrol. Sang macan putih akan mendapatkan apapun yang dia inginkan walaupun harus melalui pertumpahan darah sekalipun. Sang macan putih yang selalu tidak bisa mengontrol dirinya itupun sempat hampir terbunuh dalam suatu peperangan. Saat itu sang macan putih memimpin kelompoknya bertempur dengan kawanan singa untuk merebutkan wilayah. Sang macan putihpun langsung tersentak ketika dia melihat kawanan lawan yang jumlahnya lebih besar. Alhasil kelompok sang macan putih berhasil dipukul mundur oleh kelompok singa tersebut dan sang macan putih bersembunyi disamping pohon besar untuk menyalamatkan hidupnya.
Sang macan putih sangat terkenal akan kepemimpinanya, sehingga tidak jarang dia berada di barisan paling depan pada saat peperangan. Berhubug sang macan putih tidak dapat mengendalikan dirinya, jadi dia memimpin dengan keras pada setiap bawahannya.
Seiring berjalannya waktu, sang macan putihpun semakin tak terbendung amarahnya. Dia akan menghancurkan apapun yang mencoba menghalangi tujuannya. Akan tetapi amarah sang macan putih yang besar itu sedikit demi sedikit dapat dia kendalikan ketika dia sudah beranjak dewasa. Hal ini dikarenakan sang macan putih menemukan sesosok bidadari cantik yang taat pada saat perjalanannya. Pada awalnya sang macan putihpun sadar bahwa dia tidak pantas mendampingi sang bidadari itu, Tapi semangat sang macan putih yang besar telah menyelamatkannya dari keputus asaan. Sehingga dia memutuskan untuk berlatih mengendalikan dirinya. Supaya perbedaan antara dirinya dengan bidadari yang telah memikatnya tidak terlalu jauh. Hingga akhir masanya sang macan putih tidak bisa mendampingi sang bidadari yang taat tersebut.Akan tetapi sang macan putih bisa mengambil suatu pelajaran bahwa amarah tidak akan pernah mengatasi semua masalah dan amarah akan membuat besar semua masalah.
Senin, 15 Juni 2015
Jumat, 12 Juni 2015
Kami anak Psikologi dan Kami Bukan Dukun
Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuanpun ikut mengalami suatu perubahan. Dahulu hanya ada ilmu Filsafat yang telah dipelajari oleh filusuf-filusuf di dunia ini. Namun pada saat ini banyak sekali bidang-bidang keilmuan yang berkembang, mulai dari ilmu kedokteran hingga ilmu Psikologi. Ilmu Psikologi dapat dikatakan sebagai bidang keilmuan yang cukup unik. Karena didalam Psikologi kita akan mempelajari karakteristik manusia. Sehingga tidak jarang seorang Psikolog mampu mengenali karakteristik dari seorang individu hanya dengan melihat orangnya atau perilakunya. Akan tetapi keahlian Psikolog itu tidak lepas dari syarat-syarat ilmu pengetahuan yaitu objektif, sistematik, empirik, dan metodik. Segala argument yang dikeluarkan oleh seorang Psikolog tentang karakter individu melalui proses yang tidak mudah dan tidak sebentar. Psikolog tidak pernah mengandalkan kekuatan dari benda-benda atau segala sesuatu yang berbau mistik untuk mengetahui kepribadian seseorang. Psikolog menggunakan beberapa tes Psikologi untuk mengetahui satu kepribadian seseorang. Jadi Psikolog tidak cukup hanya menggunakan satu alat tes Psikologi saja, sehingga semua argument dapat dijelaskan secara ilmiah. Hal-hal seperti inilah yang kadang belum diketahui oleh orang awam. Orang-orang hanya memandang bahwa " Kog kamu tahu sih tentang diriku ?" tanpa bertanya bagaimana kamu mengetahui diriku. Sehingga kami anak-anak Psikologi bosan dengan sebutan "dukun" yang dikatakan orang-orang kepada kami. Aslinya kalau kita mau teliti dan lebih bijak lagi dalam menanggapi tentang perbedaan antara seorang Psikolog dan seorang Psikobable atau dukun kita akan mengetahui kebenaranya. Simple saja coba anda tanyakan pada seorang Psikolog " ada berapa tes Psikologi untuk mengetahui karakteristik seseorang ? " pasti anda akan menemukan banyak alat tes yang digunakan oleh seorang Psikolog untuk mengetahui karakteristik atau kepribadian seseorang, misalnya WARTEGG GRAFIS, RORSCHACH, INVENTORI, dan berbagai alat tes lainnya. Sedangkan jika anda menanyakan "Bagaimana anda mengetahui tentang diri saya ?" pada seorang dukun, anda akan hanya mendapatkan kata-kata seperti ini " keris ini yang memberi tahu, batu akik ini yang menuntunku, bola kristal telah berkata " dan kata-kata yang tidak masuk logika lainya. Alat tes Psikologi juga membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk membuatnya sehingga alat tes itu dapat dikatan Valid dan Reliable.
Jadi masihkan anda menyamakan kami "anak Psikologi" dengan seorang yang tidak masuk akal atau "dukun" ?. Sebelumnya penulis meminta beribu maaf jikalau tulisan ini menyakiti hati atau menyakiti perasaan. Karena tidak ada sedikitpun niat dari penulis yang seperti itu dalam menulis tulisan ini. Ini semuanya hanya bertujuan untuk meningkatkan ketelitian kita sehingga kita bisa lebih bijak lagi dalam memaknai kehidupan.
Selasa, 09 Juni 2015
"Sang Dewa Kebencian" Individu yang membuat Semua orang membenci dirinya
Nama Actinio Zirka Bala Dewa ( Yang Paling Bawah ), panggilannya adalah Dewa. Sesuai dengan nama panggilannya, dia seakan menjadi dewa dimanapun dia berada. Bukan Dewa kebaikan melainkan Dewa kebencian, jadi dimanapun dia berada maka kebencian akan selalu menyelimuti dirinya. Kebencian yang selalu dibawanya seakan-akan menular pada orang-orang yang berada disekelilingnya. Sehingga tidak jarang orang-orang yang berada disekelilingnya sangat membencinya. Sungguh ironis memang, ketika dia ingin merubah nasibnya dengan memutuskan kuliah yang sudah hampir selesai dan pindah kedataran yang lebih rendah, tapi dia tidak juga mendapatkan kebahagiaan disana. Dia selalu dibenci oleh orang-orang yang berada disekelilingnya, walaupun orang itu baru pertama kali bertemu dengan dia. Belum diketahui pasti penyebab kenapa orang-orang selalu membencinya. Tapi jika dilihat dari kepribadiannya yang OTAKU, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa dia memang layak dibenci oleh semua orang. Argumen ini bukanlah tanpa alasan, salah satu alasan yang mendasari argumen ini adalah dia senang menganggap teman-temannya sebagai alat yang dapat dipergunakannya. Prinsip yang seperti itu membuat orang-orang yang berada disekitarnya menjadi serba salah dan tertekan jika mereka tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh "Sang Dewa Kebencian" ini. Sehingga tidak sedikit dari teman-temannya berusaha untuk menjauhinya dengan cara tidak merespon ketika diajak bicara, ingin cepat pulang ketika dia datang, dan perilaku-perilaku yang menunjukkan kebencian lainnya. Selain dari Prinsip dan perilakunya, "Sang Dewa Kebencian" juga memiliki kata-kata yang tajam dan menusuk. Sehingga tidak jarang banyak sekali teman-temannya yang terluka atas kata-kata "Sang Dewa Kebencian" ini. Salah satu kata yang sering dia ucapkan adalah "Kita memang berjalan dijalan yang sama, tapi kita tidaklah sama, karena kalian tidak pernah mendaki gunung seperti saya, hahaha" kata-kata itu selalu diucapkan pada setiap temannya yang belum melakukan pendakian gunung. Padahal kalau pembaca ingin tahu, "Sang Dewa Kebencian" hanya melakukan pendakian satu kali seumur hidupnya.
Tapi jika perilakunya tidak seperti itu, maka julukan "Sang Dewa Kematian" akan sirna dari dirinya.
NB : Tulisan ini sudah melalui persetujuan oleh "Sang Dewa Kebencian". Dan dia berpesan kepada semua pembaca untuk dapat belajar dari kisahnya. Sehingga kita dapat menjadi orang yang lebih bijak dan teliti lagi.
Kisah seorang Kyai dengan seorang Pendekar
Di suatu daerah kawasan jawa tengah, hiduplah seorang Kyai
yang merupakan transmigran dari pulau lain, beliau hidup di sebuah pondok yang
notabennya sangat tersembunyi dan sangat terpencil dari kawasan kota tersebut.
Di sana selain menjadi seorang guru ngaji, beliau juga
menuntut ilmu di salah satu Universitas yang ternama di kota tersebut, beliau
hidup layaknya seperti mahasiswa yang lain dalam lingkungan perkuliahan.
Tapi berbeda halnya jika beliau hidup di likungan pondoknya,
bisa di katakan hidup beliau lain dari guru-guru ngaji yang mengajar di pondok
tersebut( mungkin karna ingin
beda dari yang lain kali ya….hehehe ), keseharian beliau di pondok kurang
lebih seperti ini, pagi : sarapan dan bersiap untuk kuliah, sehabis kuliah
beliau langsung membuka laptopnya, ( hayo apa yang di kerjakan seorang
mahasiswa jika membuka laptop ??? ), mungkin rata-rata jawaban pembaca adalah
untuk membuat tugas yang di berikan Dosen kan……….hehe, dan jawaban itu adalah
jawaban yang salah, andai
pembaca ketahui, beliau membuka laptop hanya untuk bermain game online…….hehe, itulah mengapa saya katakan hidup
beliau lain dari guru-guru yang mengajar di pondok tersebut, dan kegiatan main
game online itu beliau lakukan selama beliau tidak merasa ngantuk ( kecuali
pada saat ngaji tentunya….. hehehhe).
Selain tingkah beliau yang konyol itu, beliau sangat ahli
dalam membaca kitab, khususnya pada ilmu Nahwu, sampai-sampai banyak orang yang
tidak menduga tentang keahlian beliau itu.
Setelah beliau menginjak semester 3, datanglah seorang
pemuda dari kota lain untuk berguru di pondok tersebut, waktu terus berjalan
dan akhirnya seorang pemuda tersebut mengenal seorang Kyai yang cukup konyol
itu, mereka sering ngobrol bersama (biasa anak pondok), hingga suatu saat
seorang Kyai itu mengetahui bahwa seorang pemuda yang baru datang itu adalah
seorang pendekar dari kelompok pesilat yang cukup tersohor, awalnya seorang
Kyai dan Seorang Pendekar ini kurang erat hubungannya (mungkin karna persaingan
kali ya….hehehhe), tapi karna sifat kedewasaan akhirnya seorang Kyai dengan
seorang Pendekar itu sepakat untuk membangun pondok yang mereka tempati
bersama-sama.
Kyai tersebut menjadi guru ngaji seperti biasanya, dan
seorang Pendekar itu mendapat tugas untuk mengamalkan ilmu persilatan yang Ia
punya untuk menjaga para santri dari keadaan yang tidak di inginkan, banyak
santri yang antusias dengan kegiatan yang baru itu ( persilatan ), dan
kekompakan seorang Kyai dan seorang Pendekar ini bertahan hingga waktu yang
tidak di ketahui ( hanya Tuhan yang tau kapan kita akan berpisah ).
Dari cerita ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa
latar belakang yang berbeda tidak menjadi masalah dalam menjalin kerukunan dan
kekompakan, semoga dengan adanya cerita ini, kita dapat selalu bersatu, seperti
semboyan Negara kita yaitu “ BHINEKA TUNGGAL IKA” yang artinya walaupun
berbeda-beda tapi tetap satu.
Sejarah Singkat IMAGE
Sejak tanggal 25 Desember 2011, gazebo resmi direbut dari
kekuasaan kaum "putih", di mulai dari gerakan pemberontakan yang
dilakukan anak-anak Psikologi 2011 berjumlah 5 orang terhadap kepemimpinan kaum
"putih", yang di dasarkan atas alasan "kebebasan ialalah Hak semua
bangsa (semua golongan), dan akhirnya berhasil sedikit demi sedikit, hingga
muncullah gerakan pemberontak 2012, yang semakin membuktikan kekuasaan anak
kaum "ungu" atas anak kaum "putih".
Belum habis cobaan yang diterima
kaum "ungu" baik di dalam maupun di luar fakultas Psikologi itu
sendiri, seperti: penghinaan, remehan, dan pelecehan. Tapi dengan perjuangan
yang gigih, anak-anak IMAGE masih bisa berdiri hingga sekarang. Hal ini
berlanjut pada musim 2014, anak-anak Gazebo berhasil memegang kekuasaan atas
kepemimpinan beberapa organisasi di dalam Fakultas “Ungu”.
Hanya ada tiga peraturan yang menjadi syarat semua anggota
IMAGE, yaitu : 1. Kekeluargaan, 2. Kalau di ejek tidak boleh marah, 3. Ketika
ingin mengejek balik harus menggunakan ejekan yang masuk akal. Tiga peraturan
ini selalu dipegang teguh oleh setiap anggota IMAGE. Peraturan ini pula menjadi
pembeda antara IMAGE dengan kelompok-kelompok lain. Hingga tahun 2015,
diperkirakan anggota IMAGE sekitar kurang lebih 300 orang.
Berkat perjuangan anggota-anggota IMAGE, saat ini (2015)
IMAGE sudah tidak di lecehkan lagi. Bahkan banyak sekali orang-orang yang
berdiskusi sambil memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan IMAGE setiap hari. Pengunjung
yang datang ke IMAGE tidak hanya dari kaum “Ungu” saja, melainkan banyak kaum
yang ikut bergabung disana, misalnya “Putih”, “Hijau Tua”, “Hijau Muda”, “Biru
Muda” dan lain sebagainya.
Kami yakin bahwa setiap “Perjuangan” pasti akan membuah “Hasil”,
dan “Hasil” tergantung pada seberapa besar “Perjuangan” kita.
The Gazebo Academy
Nama : Bang Bagas ( Pojok Kiri )
Angkatan : 2011
Spesialis : Bisnis
Rangking : 85
Nama : Bang Zirka
Angkatan : Tak terhingga
Spesialis : Pemalas yang Congkak
Rangking : 100

Nama : Bang Bayu
Angkatan : 2011
Spesialis : Updater Style
Rangking : 85
Nama : Bang Ica
Angkatan : 2011
Spesialis : Pemberi Pencerahan
Rangking : 85
Nama : Bang Lana
Angkatan : 2011
Spesialis : Diktator
Rangking : 85
Nama : Bang Rama
Angkatan : Legend
Spesialis : Pemalsu Kenyataan
Rangking : 90
Nama : Bang Sodiq ( Paling kanan )
Angkatan : 2011
Spesialis : Congkak
Rangkig : 85
Nama : Fahry ( Gambar Samaran )
Angkatan : 2012
Spesialis : Pemalu dan Rendah Hati
Rangking : 85
Nama : Lisin
Angkatan : 2012
Spesialis : Penderitaan Cinta
Rangking : Tak terhingga
Maaf bagi kawan-kawan Gazebo yang belum ke data, soalnya kapasitas upload di Blognya sudah Over, jadi gak bisa di Upload lagi gambarnya, hehehe
Untuk pembaca yang menginginkan Kontak dari orang-orang diatas, silahkan corat-coret di tempat yang sudah disediakan ( Chat Box ).
NB : Orang-orang diatas mencari pujaan hati yang setia, hahaha
Angkatan : 2011
Spesialis : Bisnis
Rangking : 85
Nama : Bang Zirka
Angkatan : Tak terhingga
Spesialis : Pemalas yang Congkak
Rangking : 100

Nama : Bang Bayu
Angkatan : 2011
Spesialis : Updater Style
Rangking : 85
Nama : Bang Ica
Angkatan : 2011
Spesialis : Pemberi Pencerahan
Rangking : 85
Nama : Bang Lana
Angkatan : 2011
Spesialis : Diktator
Rangking : 85
Nama : Bang Rama
Angkatan : Legend
Spesialis : Pemalsu Kenyataan
Rangking : 90
Nama : Bang Sodiq ( Paling kanan )
Angkatan : 2011
Spesialis : Congkak
Rangkig : 85
Nama : Fahry ( Gambar Samaran )
Angkatan : 2012
Spesialis : Pemalu dan Rendah Hati
Rangking : 85
Nama : Lisin
Angkatan : 2012
Spesialis : Penderitaan Cinta
Rangking : Tak terhingga
Maaf bagi kawan-kawan Gazebo yang belum ke data, soalnya kapasitas upload di Blognya sudah Over, jadi gak bisa di Upload lagi gambarnya, hehehe
Untuk pembaca yang menginginkan Kontak dari orang-orang diatas, silahkan corat-coret di tempat yang sudah disediakan ( Chat Box ).
NB : Orang-orang diatas mencari pujaan hati yang setia, hahaha
Kembali ke zaman Batu
Terdapat pembagian zaman dalam sejarah bumi ini. Salah satunya
yaitu zaman batu, dalam zam ini manusia bertahan hidup menggunakan alat-alat
yang terbuat dari batu. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa batu menjadi aspek
yang sangat penting pada zaman itu.
Sekarang kita dapat melihat sendiri fenomena yang terjadi hampir
disetiap wilayah Indonesia. Fenoma yang terjadi ialah tentang “Batu Akik” yang
telah menggegerkan Negara ini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa
sebagian besar menggunakan batu akik. Batu akik adalah salah satu batu mulia
yang didapatkan dari batu-batu
pegunungan dan lain sebagainya. Batu akik sendiri memiliki berbagai macam jenis
atau nama, seperti bacan, borneo, ijo lumot, dan lain-lain. Sebagian besar
tujuan orang memakai batu akik adalah untuk gaya-gayaan saja. Akan tetapi tidak
jarang juga ada orang yang menggunakan batu akik untuk membuat dirinya tahan
bacok, pemikat, dan lain-lain. Hal itu wajar karena budaya-budaya kita adalah
gabungan dari beberapa budaya, seperti Hindu-Budha, dan Islam. Terutama dalam
budaya Hindu-Budha, mereka mengenal adanya kepercayaan animism dan dinamisme
yaitu kepercayaan terhadap binatang dan benda-benda yang memiliki kekuatan
mistik.
Sebagian orang rela membayar dengan harga yang tinggi untuk sebuah
batu yang diyakininya memiliki kekuatan mistik. Entah apa yang membuat mereka
melakukan itu, tapi itulah yang terjadi dalam keseharian kita. Tapi tetap semua
itu dapat dijelaskan menggunakan ilmu pengetahuan. Kita mulai dengan pertanyaan
“Kenapa orang melakukan itu ?”. ini semua tidak luput dari yang namanya
“kepercayaan” yang telah didoktrin dalam pemikiran dan alam bawah sadar
seseorang oleh orang-orang terdahulu. Selain lewat doktrin, bisa juga lewat
proses pembelajaran, yang dimaksud dengan proses pembelajaran adalah ketika
seorang individu melihat bahwa ada orang yang kebal bacok dan orang itu
mengatakan “Ini semua berkat akik yang saya bawa” maka sebagian besar individu
mengecap bahwa “akik memiliki kekuatan magic yang begitu besar” tanpa meneliti
ulang kebenarannya. Ketika itu terjadi, maka hal yang tak mengherankan apabila
individu membeli akik yang berjenis sama dengan harga yang tak masuk akal
supaya mereka dapat memiliki ilmu yang sama. Hal itu berlaku juga untuk
kekuatan-kekuatan yang lainnya seperti pengasihan, hilang, dan lain sebagainya.
Padahal kalau kita kaji menggunakan ilmu agama, hal seperti itu tidak
diperbolehkan karena kita telah menduakan suatu Dzat Yang Sempurna dengan suatu
dzat yang tidak berdaya.
Jadi kesimpulannya adalah kita harus meneliti kebenarannya terlebih
dahulu sebelum melakukan pengecapan terhadap sesuatu yang belum tentu benar.
Supaya kita tidak termasuk kedalam orang-orang yang tersesat dalam pemikiran
dangkalnya. Batu hanyalah batu takkan pernah berubah menjadi sesuatu yang dapat
menyelamatkan kita dari bencana. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang
bijaksana dan teliti dalam menjalani kehidupan ini.
Senin, 08 Juni 2015
Cahaya Alloh swt
Kali ini saya
akan memposting tentang pengalaman saya. Pengalaman pada waktu saya mencoba
mencari kebenaran dalam lembaran-lembaran kertas kuning. Pertama saya akan
mengawalinya dengan kata yang diucapkan oleh pengampu lembaran ini “ Hanya
orang muslim yang akan mendapatkan ilmu dan cahaya dari Alloh swt”. Pernyataan
tersebut menjadi acuan dalam diskusi pada malam itu. Kemudian salah satu dari
kami melontarkan pertanyaan “Apakah hanya orang yang muslim saja yang
mendapatkan ilmu dari Alloh swt ?, terus bagaimana ketika ada kasus tentang
banyak sekali orang yang non muslim tapi cerdas-cerdas ?. pertanyaan itu
membuat para pencari ilmu terdiam dan berfikir. Sang pelitapun memberikan
kesempatan bagi pencari ilmu yang ingin menjawab pertanyaan tersebut. Tiba-tiba
terdengar suara dari salah kerumunan pencari ilmu itu. “Apakah ada yang
mempunyai HandPhone (HP) android ?” sang pencari ilmu itupun mengajukan
pertanyaan pada semua orang yang hadir. “Apakah kalian semua lihat apa yang
saya bawa ? bagaimana kondisi layar HP yang saya bawa, apakah hidup atau mati ?”
Tanya sang pencari ilmu itu. “Yang kamu bawa adalah HP dan kondisi layarnya
mati” jawab semua orang yang hadir pada acara itu. “sekarang jika saya tekan
tombol ini, apakah kondisi layar HP masih mati ?” kata sang pencari ilmu sambil
menekan tombol on layar pada samping HP. “jika kamu menekan tombol itu, maka
layar HP akan hidup” jawab orang-orang yang hadir bersama-sama. “Inilah
gambaran cahaya Alloh swt yang hanya diberikan pada orang muslim, sifat dari
cahaya adalah sebagai penerang, walaupun ada orang muslim dan non muslim
sama-sama cerdas, tapi perbedaannya adalah orang yang muslim mampu mengetahui
dan memahami keberadaan Alloh swt, sebagaimana HP anda yang ada background pada
layarnya, jika layar itu off atau mati maka kalian tidak akan pernah melihat
dan mengetahui apa backgroundnya sedangkan jika layar HP itu hidup, maka kalian
akan melihat dan mengerti apa bachground HP kalian, soal dapat atau tidaknya
seseorang terhadap ilmu pengetahuan,itu tergantung pada usahanya masing-masing,
karena Alloh swt juga mempunyai sifat Ar-Rohman yaitu kasih sayang terhadap
makhluknya di dunia dan akhirat”.
Jadi kesimpulannya
kalau kita ingin mendapatkan ilmu, maka kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh
dan jika kita inginkan cahaya dari Alloh swt, maka kita harus meningkatkan
keimanan kita pada Alloh swt. Karena “Siapa yang mau menanam sesuatu dengan
sungguh-sungguh, maka kelak kamu akan memanen sesuatu itu dengan hasil yang
sangat memuaskan”.
Sabtu, 06 Juni 2015
“Arti Sebuah Nama ( Mata yang bijak dan teliti )”
Sedikit kata sejuta makna.
Makna yang menjadi jati dirinya.
Makna yang membentuk pribadinya.
Makna yang membuat semua jadi indah dan nyata.
Tak
sedikitpun terlewat dari tatapan matanya.
Tak
sedikitpun ketidak adilan menyelimutinya.
Tak
sedikitpun keburukan bersamanya.
Itu
semua adalah harapan dari makna.
Dia adalah manusia biasa.
Dia memang tak sempurna.
Dia seperti yang lainnya.
Karena dia hanyalah seorang wanita yang sederhana.
Wanita
yang penuh dengan senyuman.
Wanita
yang penuh dengan harapan.
Wanita
yang penuh dengan tujuan.
Wanita
yang menjadi layak menjadi idaman.
“ HIDUP ”
Hidup
Kenapa
kita hidup ?.
Bagaimana
kita hidup ?.
Untuk
apa kita hidup ?.
Kenapa orang selalu menyudutkan hidup ?
Kenapa orang selalu menyalahkan hidup ?
Kenapa orang selalu menghina hidup ?
Kenapa orang tak mencoba mensyukuri hidup ?
Hanya
orang yang terpilih yang bisa hidup.
Hanya
orang yang bertanggung jawab yang bisa memikul beban hidup.
Hanya
orang yang berusaha yang dapat merasakan hidup.
Hanya
orang yang bangkit yang dapat mencapai kenikmatan dalam hidup.
Teruslah berjuang untuk hidup
Jangan menyerah pada hidup.
Syukuri semua yang ada pada
hidup.
Supaya kamu tahu arti tentang
hidup.
“ Sang Penerang Jalan ”
Kau bagaikan pelita kehidupan
Kau
selalu menjadi penerang jalan
Bagi
kami kaum-kaum yang terjebak dalam kebodohan
Bagi
kami para serigala yang tak tahu aturan
Kau hadir penuh senyuman
Menyampaikan apa yang
seharusnya disampaikan
Mengungkapkan semua hal yang
dapat membantu dalam kehidupan
Itu semua kau lakukan dengan
penuh keceriaan
Walau
terkadang kami tak taat aturan
Walau
terkadang kami membuatmu larut dalam kesedihan
Karena
kami menggoreskan luka pada sebuah perasaan
Semuanya
kau lalui dengan penuh kesabaran
Entah apa yang harus kami
katakan
Entah apa yang harus kami
lakukan
Untuk menciptakan sebuah
kebahagiaan
Padamu sang penerang jalan
“ Sholat “
Ku angkat tangan disamping kepala
Ku letakkan tangan diatas dada
Ku pusatkan hati dan pikiran pada Sang Kuasa
Ku lantunkan ayat dengan nada
Ku
tekuk tubuh menjadi sudut yang sempurna
Ku
diam dan membaca do’a
Ku
angkat tubuh hingga berdiri tegak sempurna
Ku
diam dan lantunkan do’a
Ku mulai letakkan kepala
Diatas sajadah berwarna jingga
Ku duduk diantara keduanya
Ku lantunkan do’a pada setiap bagiannya
Ku
duduk yang terakhir kalinya
Ku
mulai acungkan jari tanda kekuasaanNYA
Ku
lantunkan ayat nan indah
Hingga
salam mengakhirinya
“ di balik diamku “
Saat lalu ku diam
Saat ini ku diam
Saat nanti ku diam
Selamanya ku kan diam
Tak
sepatah katapun ingin terucap
Mengungkapkan
apa yang seharusnya terucap
Aku
hanya ingin menyimpan dalam hati yang terlelap
Dan
tak ku hilangkan hingga ragaku lenyap
Ini semua tentang sesuatu yang tersimpan dalam
dada
Ini semua tentang sesuatu yang indah tiada dua
Ini semua tentang rasa
Ini semua tentang cinta
Cinta
yang hanya bisa ku pendam
Cinta
yang tak bisa ku ceritakan pada seluruh alam
Cinta
yang hanya terungkap dalam sunyinya malam
Cinta
yang terlebur dalam hati sang adam.
“Tuhan”
Dikala
kita merasakan suatu kesedihan.
Dikala
kesedihan telah menjadi penderitaan.
Dikala
penderitaan terasa seperti kehancuran.
Ingatlah
bahwa kita masih mempunyai Tuhan.
Tuhan yang bisa dibuat
perlindungan.
Tuhan yang bisa menjadi
tempat aduan.
Tuhan yang bisa
mengabulkan seluruh permintaan.
Dan hanya Tuhanlah yang
dapat melakukan.
Tanpa
Tuhan, kita hanyalah apa ?
Tanpa
Tuhan, kita tak mampu berbuat apa-apa.
Tanpa
Tuhan, kita tak akan berkuasa.
Karena
jika tanpa Tuhan, kita tidak akan ada.
Sadarkan diri kita.
Kembalilah pada
jalanNYA.
Jangan sampai kita
melalaikanNYA.
Sehingga takkan muncul
penyesalan di akhirnya.
“Arti Kehidupan”
Apa yang akan kita banggakan ?
Apa yang akan menjadi sebuah harapan ?
Apa yang akan menjadi sebuah tujuan ?
Hingga kita mau menaklukan semua rintangan.
Nafas adalah
suatu pembeda.
Pembeda antara
suatu hal yang tak sama.
Pembeda
antara yang ada dengan yang tiada.
Pembeda antara
yang bernyawa dan tidak bernyawa.
Apa gunanya nyawa jika tak memiliki harapan?
Apa gunanya nyawa bila tak mampu memiliki tujuan ?
Apa gunanya nyawa jika meraih suatu pencapaian ?
Yang akhirnya dapat kita banggkan.
Kebanggaan yang
selalu dikenang sepanjang masa.
Kebanggaan yang
dapat merubah segalanya.
Kebanggaan yang
akan selalu ada.
Walau jasad kita
telah berada didalam tempat gelapnya.
“Kenangan Indah Sang Guru”
Hanya kepedihan yang kurasa saat ini.
Kepedihan yang masih membekas dihati.
Kepedihan yang tak ingin dimiliki oleh semua orang didunia ini.
Kepedihan yang semua orang akan menangisi.
Seseorang
yang dulu selalu menemani.
Seseorang
yang dulu selalu membimbing dengan hati.
Seseorang
yang dulu mengiringi dengan do’a-do’a yang suci.
Kini
telah pergi tinggalkan dunia ini.
Hanya kenangan-kenangan indah yang tersisa saat ini.
Hanya suara-suara merdu yang masih terngiang dalam telinga ini.
Hanya senyuman manis yang masih teringat dalam pikiran ini.
Semua itu tanpa dapat ku sentuh dan ku peluk saat ini.
Kini
engkau telah pergi.
Meninggalkanku
di dunia sendiri.
Kini
engkau telah tiada lagi.
Meninggalkanku
dalam gelapnya malam yang sunyi.
“Pengemis Buta”
Setiap
orang menghina dirinya.
Setiap
orang melecehkannya.
Setiap
orang memakinya.
Setiap
orang membuangnya.
Semua hinaan dari orang
sekitarnya.
Semua cacian yang diterimanya.
Semua pelecehan terhadap dirinya.
Ia balas dengan senyuman
dibibirnya.
Kadang
kesedihan menyelimuti wajahnya.
Hingga
matanyapun tak sanggup menampung air matanya.
Lebam
yang membengkakkan matanya.
Seakan
menjadi pemandangan yang biasa di wajahnya.
Walau matanya tak mampu menikmati indahnya
dunia.
Walau matanya tak bisa merasakan sekelilingnya.
Walau matanya hanya bisa terpejam saja.
Tapi dia terselamatkan dari sebuah dosa.
“Sahabat”
Kau yang menolong, saat ku merasakan sulitnya dunia.
Kau yang menyeka air mata, saat ku merasakan pedihnya dunia.
Kau yang membangunkan, saat ku larut dalam impian fana dalam dunia.
Kau yang mendengarkan, saat ku luapkan emosi tentang dunia.
Kau yang mendorong, saat ku terpaku pada harapan dunia.
Kau yang selalu disamping, saat ku tinggi dan terjatuh dalam
dunia.
Kau yang melindungi, saat ku terjebak masalah di dunia.
Kau yang menguatkan, saat ku rasakan keraguan di dunia.
Walau kita tidak sedarah.
Walau kita tidak dari rahim yang sama.
Walau kita dari keluarga yang berbeda.
Tapi kita bisa mengukir cerita yang indah tiada duanya.
Cerita yang akan tersimpan dalam dada.
Cerita yang tak termakan oleh masa.
Cerita yang akan menurun ke anak cucu kita.
Karena kau adalah sahabat yang sempurna.
“Ayahku”
Tangisanmu menjadi bukti akan semua perjuanganmu.
Cucuran keringat dibawah panasnya mentari menjadi bukti
akan semua pengorbananmu.
Hembusan nafas yang tak teratur menjadi bukti akan semua usahamu.
Goresan telapak kaki yang berdarah sebagai bukti semua
langkahmu.
Semua
itu engkau lakukan hanya untuk anak dan istrimu.
Hanya
untuk sesuap nasi penghilang kelaparan
keluargamu.
Hanya
untuk seteguk minuman penghilang dahaga keluargamu.
Hanya
untuk kebahagiaan keluargamu.
Tanpa memperdulikan nyawamu.
Tanpa memperdulikan dirimu.
Tanpa mengenal menyerah kau lewati semua rintanganmu.
Tanpa mengenal lelah kau lakukan semua itu.
Ayahku…..
Semua
usahaku tak sebanding dengan semua pengorbananmu.
Semua cucuran keringatku tak
sebanding dengan cucuran keringat dan air matamu.
Dan
hanya do’a suciku yang selalu menyertaimu.
“Ibu”
Engkau adalah malaikat yang nampak didunia.
Engkau adalah pelindung bagi seorang yang baru
turun didunia.
Engkau adalah sekumpulan kasih sayang yang bisa dipegang
di dunia nyata.
Engkau adalah sebuah kemuliaan yang bisa dilihat
oleh mata.
Sujudmu
hanya untuk anakmu.
Linangan
air matamu hanya untuk kebahagian anakmu.
Perlakuanmu
hanya untuk perlindungan bagi anakmu.
Walau
terkadang anakmu tak sesuai dengan harapanmu.
Walau anakmu kadang menjadi sumber tangismu.
Walau terkadang anakmu menjadi pisau yang tajam
untukmu hatimu.
Walau terkadang anakmu menjadi noda pada namamu.
Tapi engkau selalu mencoba bahagia atas semua itu.
Ibu
adalah kata yang biasa diucapkan oleh anakmu untukmu.
Ibu yang selalu
memeluk ketika dinginnya dunia terasa oleh kulitku.
Ibu
yang selalu menengadahkan tangannya untuk kebahagiaanku.
Ibu
yang selalu ada ketika aku menangis karena terjatuh.
Hanya dua kata yang
bisa ku ucapkan padamu “ maafkan aku ibu dan terimakasih banyak ibu”.
“Muhammad saw Nabiku”
Engkau hanyalah manusia.
Engkau hanyalah seorang hamba.
Engkau hanyalah manusia yang sederhana.
Engkau hanyalah insan yang tak cukup harta.
Tapi engkau berbeda
dengan manusia lainnya.
Engkau menjadi idola
insan-insan yang bertaqwa.
Engkau tak pernah
hilang dari insan yang takut pada Tuhannya.
Karena engkau adalah
kekasihNYA.
Engkau patut dijadikan idola.
Engkau patut dijadikan suri tauladan yang sempurna.
Engkau patut menjadi orang yang di agungkan namanya.
Engkau patut pula mendapatkan semuanya.
Semua karena
ketaqwaannya.
Semua karena
kesucian hatinya.
Semua karena indah
perilakunya.
Itulah yang
menjadi pembeda dengan manusia lainnya.
“Ya Alloh swt Ya Tuhanku”
Sudah lama aku telah lalai padaMU.
Terlalu lama aku terpaku pada jalanku.
Aku telah melupakan semua perintahMU.
Aku hanya melakukan sema laranganMu.
Apakah
pintu surga masih sudi terbuka untukku ?
Apakah
surga yang indah dan mulia mau menampungku ?
Apakah
hanya nerakalah yang berkenan terhadapku ?
Hingga
siksaan-siksaannya yang selalu menjadi santapanku.
Ya Alloh Ya Tuhanku.
Aku bersujud padaMU.
Ku satukan hati dan pikranku hanya untukMU.
Semua itu ku lakukan untuk menebus semua kelalaianku.
Hanya
Engkau Dzat penguasa alamku.
Hanya
Engkau Dzat penguasa hatiku.
Hanya
satu yang ku inginkan dari MU.
Ridlo
suciMU lah yang selalu aku tuju.
Kemarahan dan keputus asaan yang akan menghilangkan dirimu yang sebenarnya.
Tulisan kali ini
hanyalah untuk sekedar bacaan saja, jadi tulisan ini tidak pantas dijadikan
sebagai refrence suatu karya ilmiah karena tulisan ini bersifat subjektif dari
sang penulis yang ingin mengatakan apa yang tersimpan dalam pikirannya saja. Saya
akan menjoba menghubungan antara kata yang menjadi judul di entri ini dengan
kehidupan sehari-hari. Kemarahan mungkin dapat diartikan sebagai luapan
kekecewaan individu ketika keinginan tidak sesuai dengan kenyataan yang tak bisa dikontrol.
Kemarahan dan
keputus asaan akan berdampak negative bagi yang melakukannya. Salah satunya
yaitu bisa menghilangkan siapa diri kita yang sebenarnya (normal). Sekarang apa
yang anda rasakan ketika anda marah dan putus asa ?. Apakah anda merasakan
andrenalin yang besar dan tak terkontrol muncul dalam diri anda sehingga anda
langsung meluapkan adrenalin itu keluar dan merasakan kekelahan setelah anda
melakukannya ?, ataukah anda merasakan bahwa tidak ada orang lain yang
merasakan cobaan seberat anda di dunia ini ?. Jika anda merasakan semua yang
telah disebutkan ketika anda marah dan putus asa, maka kata “anda telah
kehilangan diri anda”lah yang cocok buat anda. Jangan anda menyalahkan orang
yang menulis maupun tulisan yang and abaca ini.
Marilah kita
ungkap satu persatu dari pertanyaan-pertanyaan diatas. Apa yang membedakan anda
dengan hewan ? nafsu atau akal ?, jika anda menjawab akal maka anda benar. Sekarang
kita coba pikir lagi, ketika anda marah dan putus asa apakah anda menggunakan
akal sehat anda untuk memikirkan jalan keluar yang terbaik ?. Jika “iya” maka
anda masih menjadi diri anda, jika tidak maka apakah ada beda antara anda
dengan hewan ?, maka jangan pernah salahkan ketika ada yang memanggilmu hewan ketika
kamu marah dan putus asa.
Setiap masalah
pasti ada jalan keluar yang menyertainya, seperti halnya sebuah teka-teki. Sesulit
apapun teka-teki itu dibuat, pasti ada jawaban yang tepat untuk menjawabnya
asalkan kita mau tetap tenang dan berfikir menggunakan akal sehat kita. Semoga apa
yang penulis tuliskan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua dan semoga kita
bisa menjadi orang yang lebih bijak dan teliti.
Save You’r Self.
Jumat, 05 Juni 2015
Orang Buta
Kadang kita terjebak dengan kesempurnaan fisik kita. Kita
selalu memperhatikan fisik daripada memperhatikan batin kita. Padahal andai
kita tahu bahwa tak selamanya fisik menjadi acuan dalam hidup.
Hal itu tak berlaku pada kehidupan orang buta. Walaupun
mereka tidak bisa melihat seperti orang normal lainnya, tapi mereka lebih bisa
menggunakan hatinya. Banyak sekali orang normal yang kehilangan arah dalam
hidup, tapi itu tak berlaku pada orang buta. Semuanya bermula ketika saya
selesai menunaikan ibadah sholat jum'at pada siang tadi. Saya tertegun melihat
orang yang menuruni tangga dengan mata tertutup dan hanya menggunakan sebilah
tongkat dari kayu yang sangat sederhana. Hal lain yang membuat saya tak
henti-henti mengucapkan Subchanalloh dalam hati adalah ketika beliau berhasil
menemukan sandal jelek beliau yang terpisah cukup jauh tanpa melihatnya. Saya
langsung berfikir, bagaimana jika orang yang dapat melihat mengetahui sandal
jeleknya disamping sandal-sandal yang lebih bagus. Pasti ada sebagian oknum
yang menukar sandal jeleknya dengan sandal yang lebih bagus walaupun itu milik
orang lain.
Masih butuh bukti bahwa orang buta lebih bisa menggunakan
hatinya daripada orang normal ?. Orang buta yang bekerja walaupun dia produktif
seperti orang normal lainnya dia akan tetap ikhlas ketika dia menerima upah
yang tidak semestinya. Sedangkan orang yang dapat melihat belum tentu mau
melakukan itu, sebagian oknum (orang) yang bisa melihat biasanya malah meminta
gaji yang lebih tinggi karena dia produktif. Ini semua hanya sebagian kecil
dari bukti yang terjadi di sekitar kita.
Tulisan ini tidak untuk menyudutkan salah satu pihak.
Tulisan ini hanya bertujuan supaya kita lebih mampu memperhatikan dan
menggunakan hati daripada fisik kita. Terimakasih pada semua pembaca, semoga
kita bisa menjadi orang yang lebih bijak dan teliti dalam menjalani kehidupan
ini.
Siapa Yang Salah ???
Ketika saya selesai menaruh ransel di meja, saya langsung
dikejutkan oleh sebuah pertanyaan. Walaupun pertanyaan itu sangat sederhana,
tetapi butuh pemahaman yang luar biasa untuk menjawabnya. Sayapun seakan tidak
percaya ketika pertanyaan itu terucap oleh teman yang tidak kritis. Pertanyaan
itu adalah "Siapa Yang Salah kang ?", pertanyaan yang tak terduga
oleh saya.
Kemudian dia mulai memaparkan alasan kenapa dia bertanya
seperti itu kepada saya. Ini semua karena ada 3 orang yang masih duduk dibangku
sekolah ( SD ) mencoba membobol jok motor yang diparkir didepan pondok kami.
Saya seakan-akan tak percaya mendengar penjelasannya, tapi ketika saya buktikan
kebenaran informasinya, ternyata memang benar semua yang telah diucapkan oleh
teman saya itu. Sayapun terdiam dan menanyakan pertanyaan yang sama pada diri
saya sendiri. Kenapa anak seumuran itu sudah melakukan hal yang tidak pantas ?
terus siapa yang salah disini ?.
Saya mulai menggunakan otak saya untuk berfikir tentang
fenomena yang baru saja terjadi didepan mata saya itu. Dan akhirnya saya
menemukan jawaban atas peristiwa itu lalu saya utarakan pada teman saya, "
Begini kang, di daerah ini sebagian masyarakatnya sibuk bekerja, terutama bagi
orang tua yang sudah mempunyai anak dan menyekolahkan anaknya. Mereka hanya
ingin menyukupi kebutuhan jasmaniah tanpa memperdulikan kebutuhan rohaniah
anak-anaknya. Jadi yang terpenting hanyalah anaknya bisa sekolah dan makan
saja, mereka tidak mementingkan bagaimana prestasi, tingkah laku, pergaulan,
dan juga keimanan anak tersebut. Jadi yang terjadi seperti apa yang anda lihat
kang ". Jawaban atas pertanyaan teman saya.
Sayapun melanjutkan keterangan saya " Jadi kita harus
ingat bahwa manusia memiliki 2 kebutuhan, kebutuhan jasmani dan kebutuhan
rohani. Kedua kebutuhan itu haruslah seimbang dalam memenuhinya kang, supaya
terjadi keseimbangan dalam kehidupan manusia tersebut. Kita juga harus ingat
bahwa anak adalah titipan dari Tuhan yang harus kita rawat dengan
sebaik-baiknya karena kelak kita akan dimintai tanggung jawab atas semua yang
telah dikaruniakan Tuhan kepada kita".
Ini hanya sebagian kecil dari fenomena yang terjadi
disekitar kita, apakah kita harus diam saja melihat fenomena ini atau kita akan
memperbaikinya dengan memulai dari diri kita sendiri ?. Itu hanyalah pilihan
yang harus kita pilih, karena hidup itu sendiri adalah suatu pilihan dan setiap
pilihan mempunyai konsekuensi yang harus kita terima dan jalankan.
Langganan:
Komentar (Atom)








