Dahulu di suatu hutan yang sangat lebat hiduplah seekor anak macan putih. Dia selalu mencari hal-hal yang baru dalam dunianya. Sampai pada suatu ketika sang macan putih bertemu dengan kawanan serigala yang haus dengan darah. Sang macan putihpun sadar bahwa dia harus menyerang kalau masih ingin selamat. Dan pertempuran yang sengitpun terjadi antara sang macan putih dengan kawanan serigala yang haus darah tersebut. Walaupun dengan luka-luka yang cukup parah disekujur tubuhnya, sang macan putih berhasil mengusir kawanan serigala tersebut.
Semenjak kejadian itu sang macan putih sudah larut kedalam amarahnya sehingga dia serinng lepas kontrol. Sang macan putih akan mendapatkan apapun yang dia inginkan walaupun harus melalui pertumpahan darah sekalipun. Sang macan putih yang selalu tidak bisa mengontrol dirinya itupun sempat hampir terbunuh dalam suatu peperangan. Saat itu sang macan putih memimpin kelompoknya bertempur dengan kawanan singa untuk merebutkan wilayah. Sang macan putihpun langsung tersentak ketika dia melihat kawanan lawan yang jumlahnya lebih besar. Alhasil kelompok sang macan putih berhasil dipukul mundur oleh kelompok singa tersebut dan sang macan putih bersembunyi disamping pohon besar untuk menyalamatkan hidupnya.
Sang macan putih sangat terkenal akan kepemimpinanya, sehingga tidak jarang dia berada di barisan paling depan pada saat peperangan. Berhubug sang macan putih tidak dapat mengendalikan dirinya, jadi dia memimpin dengan keras pada setiap bawahannya.
Seiring berjalannya waktu, sang macan putihpun semakin tak terbendung amarahnya. Dia akan menghancurkan apapun yang mencoba menghalangi tujuannya. Akan tetapi amarah sang macan putih yang besar itu sedikit demi sedikit dapat dia kendalikan ketika dia sudah beranjak dewasa. Hal ini dikarenakan sang macan putih menemukan sesosok bidadari cantik yang taat pada saat perjalanannya. Pada awalnya sang macan putihpun sadar bahwa dia tidak pantas mendampingi sang bidadari itu, Tapi semangat sang macan putih yang besar telah menyelamatkannya dari keputus asaan. Sehingga dia memutuskan untuk berlatih mengendalikan dirinya. Supaya perbedaan antara dirinya dengan bidadari yang telah memikatnya tidak terlalu jauh. Hingga akhir masanya sang macan putih tidak bisa mendampingi sang bidadari yang taat tersebut.Akan tetapi sang macan putih bisa mengambil suatu pelajaran bahwa amarah tidak akan pernah mengatasi semua masalah dan amarah akan membuat besar semua masalah.
Senin, 15 Juni 2015
Jumat, 12 Juni 2015
Kami anak Psikologi dan Kami Bukan Dukun
Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuanpun ikut mengalami suatu perubahan. Dahulu hanya ada ilmu Filsafat yang telah dipelajari oleh filusuf-filusuf di dunia ini. Namun pada saat ini banyak sekali bidang-bidang keilmuan yang berkembang, mulai dari ilmu kedokteran hingga ilmu Psikologi. Ilmu Psikologi dapat dikatakan sebagai bidang keilmuan yang cukup unik. Karena didalam Psikologi kita akan mempelajari karakteristik manusia. Sehingga tidak jarang seorang Psikolog mampu mengenali karakteristik dari seorang individu hanya dengan melihat orangnya atau perilakunya. Akan tetapi keahlian Psikolog itu tidak lepas dari syarat-syarat ilmu pengetahuan yaitu objektif, sistematik, empirik, dan metodik. Segala argument yang dikeluarkan oleh seorang Psikolog tentang karakter individu melalui proses yang tidak mudah dan tidak sebentar. Psikolog tidak pernah mengandalkan kekuatan dari benda-benda atau segala sesuatu yang berbau mistik untuk mengetahui kepribadian seseorang. Psikolog menggunakan beberapa tes Psikologi untuk mengetahui satu kepribadian seseorang. Jadi Psikolog tidak cukup hanya menggunakan satu alat tes Psikologi saja, sehingga semua argument dapat dijelaskan secara ilmiah. Hal-hal seperti inilah yang kadang belum diketahui oleh orang awam. Orang-orang hanya memandang bahwa " Kog kamu tahu sih tentang diriku ?" tanpa bertanya bagaimana kamu mengetahui diriku. Sehingga kami anak-anak Psikologi bosan dengan sebutan "dukun" yang dikatakan orang-orang kepada kami. Aslinya kalau kita mau teliti dan lebih bijak lagi dalam menanggapi tentang perbedaan antara seorang Psikolog dan seorang Psikobable atau dukun kita akan mengetahui kebenaranya. Simple saja coba anda tanyakan pada seorang Psikolog " ada berapa tes Psikologi untuk mengetahui karakteristik seseorang ? " pasti anda akan menemukan banyak alat tes yang digunakan oleh seorang Psikolog untuk mengetahui karakteristik atau kepribadian seseorang, misalnya WARTEGG GRAFIS, RORSCHACH, INVENTORI, dan berbagai alat tes lainnya. Sedangkan jika anda menanyakan "Bagaimana anda mengetahui tentang diri saya ?" pada seorang dukun, anda akan hanya mendapatkan kata-kata seperti ini " keris ini yang memberi tahu, batu akik ini yang menuntunku, bola kristal telah berkata " dan kata-kata yang tidak masuk logika lainya. Alat tes Psikologi juga membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk membuatnya sehingga alat tes itu dapat dikatan Valid dan Reliable.
Jadi masihkan anda menyamakan kami "anak Psikologi" dengan seorang yang tidak masuk akal atau "dukun" ?. Sebelumnya penulis meminta beribu maaf jikalau tulisan ini menyakiti hati atau menyakiti perasaan. Karena tidak ada sedikitpun niat dari penulis yang seperti itu dalam menulis tulisan ini. Ini semuanya hanya bertujuan untuk meningkatkan ketelitian kita sehingga kita bisa lebih bijak lagi dalam memaknai kehidupan.
Selasa, 09 Juni 2015
"Sang Dewa Kebencian" Individu yang membuat Semua orang membenci dirinya
Nama Actinio Zirka Bala Dewa ( Yang Paling Bawah ), panggilannya adalah Dewa. Sesuai dengan nama panggilannya, dia seakan menjadi dewa dimanapun dia berada. Bukan Dewa kebaikan melainkan Dewa kebencian, jadi dimanapun dia berada maka kebencian akan selalu menyelimuti dirinya. Kebencian yang selalu dibawanya seakan-akan menular pada orang-orang yang berada disekelilingnya. Sehingga tidak jarang orang-orang yang berada disekelilingnya sangat membencinya. Sungguh ironis memang, ketika dia ingin merubah nasibnya dengan memutuskan kuliah yang sudah hampir selesai dan pindah kedataran yang lebih rendah, tapi dia tidak juga mendapatkan kebahagiaan disana. Dia selalu dibenci oleh orang-orang yang berada disekelilingnya, walaupun orang itu baru pertama kali bertemu dengan dia. Belum diketahui pasti penyebab kenapa orang-orang selalu membencinya. Tapi jika dilihat dari kepribadiannya yang OTAKU, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa dia memang layak dibenci oleh semua orang. Argumen ini bukanlah tanpa alasan, salah satu alasan yang mendasari argumen ini adalah dia senang menganggap teman-temannya sebagai alat yang dapat dipergunakannya. Prinsip yang seperti itu membuat orang-orang yang berada disekitarnya menjadi serba salah dan tertekan jika mereka tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh "Sang Dewa Kebencian" ini. Sehingga tidak sedikit dari teman-temannya berusaha untuk menjauhinya dengan cara tidak merespon ketika diajak bicara, ingin cepat pulang ketika dia datang, dan perilaku-perilaku yang menunjukkan kebencian lainnya. Selain dari Prinsip dan perilakunya, "Sang Dewa Kebencian" juga memiliki kata-kata yang tajam dan menusuk. Sehingga tidak jarang banyak sekali teman-temannya yang terluka atas kata-kata "Sang Dewa Kebencian" ini. Salah satu kata yang sering dia ucapkan adalah "Kita memang berjalan dijalan yang sama, tapi kita tidaklah sama, karena kalian tidak pernah mendaki gunung seperti saya, hahaha" kata-kata itu selalu diucapkan pada setiap temannya yang belum melakukan pendakian gunung. Padahal kalau pembaca ingin tahu, "Sang Dewa Kebencian" hanya melakukan pendakian satu kali seumur hidupnya.
Tapi jika perilakunya tidak seperti itu, maka julukan "Sang Dewa Kematian" akan sirna dari dirinya.
NB : Tulisan ini sudah melalui persetujuan oleh "Sang Dewa Kebencian". Dan dia berpesan kepada semua pembaca untuk dapat belajar dari kisahnya. Sehingga kita dapat menjadi orang yang lebih bijak dan teliti lagi.
Kisah seorang Kyai dengan seorang Pendekar
Di suatu daerah kawasan jawa tengah, hiduplah seorang Kyai
yang merupakan transmigran dari pulau lain, beliau hidup di sebuah pondok yang
notabennya sangat tersembunyi dan sangat terpencil dari kawasan kota tersebut.
Di sana selain menjadi seorang guru ngaji, beliau juga
menuntut ilmu di salah satu Universitas yang ternama di kota tersebut, beliau
hidup layaknya seperti mahasiswa yang lain dalam lingkungan perkuliahan.
Tapi berbeda halnya jika beliau hidup di likungan pondoknya,
bisa di katakan hidup beliau lain dari guru-guru ngaji yang mengajar di pondok
tersebut( mungkin karna ingin
beda dari yang lain kali ya….hehehe ), keseharian beliau di pondok kurang
lebih seperti ini, pagi : sarapan dan bersiap untuk kuliah, sehabis kuliah
beliau langsung membuka laptopnya, ( hayo apa yang di kerjakan seorang
mahasiswa jika membuka laptop ??? ), mungkin rata-rata jawaban pembaca adalah
untuk membuat tugas yang di berikan Dosen kan……….hehe, dan jawaban itu adalah
jawaban yang salah, andai
pembaca ketahui, beliau membuka laptop hanya untuk bermain game online…….hehe, itulah mengapa saya katakan hidup
beliau lain dari guru-guru yang mengajar di pondok tersebut, dan kegiatan main
game online itu beliau lakukan selama beliau tidak merasa ngantuk ( kecuali
pada saat ngaji tentunya….. hehehhe).
Selain tingkah beliau yang konyol itu, beliau sangat ahli
dalam membaca kitab, khususnya pada ilmu Nahwu, sampai-sampai banyak orang yang
tidak menduga tentang keahlian beliau itu.
Setelah beliau menginjak semester 3, datanglah seorang
pemuda dari kota lain untuk berguru di pondok tersebut, waktu terus berjalan
dan akhirnya seorang pemuda tersebut mengenal seorang Kyai yang cukup konyol
itu, mereka sering ngobrol bersama (biasa anak pondok), hingga suatu saat
seorang Kyai itu mengetahui bahwa seorang pemuda yang baru datang itu adalah
seorang pendekar dari kelompok pesilat yang cukup tersohor, awalnya seorang
Kyai dan Seorang Pendekar ini kurang erat hubungannya (mungkin karna persaingan
kali ya….hehehhe), tapi karna sifat kedewasaan akhirnya seorang Kyai dengan
seorang Pendekar itu sepakat untuk membangun pondok yang mereka tempati
bersama-sama.
Kyai tersebut menjadi guru ngaji seperti biasanya, dan
seorang Pendekar itu mendapat tugas untuk mengamalkan ilmu persilatan yang Ia
punya untuk menjaga para santri dari keadaan yang tidak di inginkan, banyak
santri yang antusias dengan kegiatan yang baru itu ( persilatan ), dan
kekompakan seorang Kyai dan seorang Pendekar ini bertahan hingga waktu yang
tidak di ketahui ( hanya Tuhan yang tau kapan kita akan berpisah ).
Dari cerita ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa
latar belakang yang berbeda tidak menjadi masalah dalam menjalin kerukunan dan
kekompakan, semoga dengan adanya cerita ini, kita dapat selalu bersatu, seperti
semboyan Negara kita yaitu “ BHINEKA TUNGGAL IKA” yang artinya walaupun
berbeda-beda tapi tetap satu.
Sejarah Singkat IMAGE
Sejak tanggal 25 Desember 2011, gazebo resmi direbut dari
kekuasaan kaum "putih", di mulai dari gerakan pemberontakan yang
dilakukan anak-anak Psikologi 2011 berjumlah 5 orang terhadap kepemimpinan kaum
"putih", yang di dasarkan atas alasan "kebebasan ialalah Hak semua
bangsa (semua golongan), dan akhirnya berhasil sedikit demi sedikit, hingga
muncullah gerakan pemberontak 2012, yang semakin membuktikan kekuasaan anak
kaum "ungu" atas anak kaum "putih".
Belum habis cobaan yang diterima
kaum "ungu" baik di dalam maupun di luar fakultas Psikologi itu
sendiri, seperti: penghinaan, remehan, dan pelecehan. Tapi dengan perjuangan
yang gigih, anak-anak IMAGE masih bisa berdiri hingga sekarang. Hal ini
berlanjut pada musim 2014, anak-anak Gazebo berhasil memegang kekuasaan atas
kepemimpinan beberapa organisasi di dalam Fakultas “Ungu”.
Hanya ada tiga peraturan yang menjadi syarat semua anggota
IMAGE, yaitu : 1. Kekeluargaan, 2. Kalau di ejek tidak boleh marah, 3. Ketika
ingin mengejek balik harus menggunakan ejekan yang masuk akal. Tiga peraturan
ini selalu dipegang teguh oleh setiap anggota IMAGE. Peraturan ini pula menjadi
pembeda antara IMAGE dengan kelompok-kelompok lain. Hingga tahun 2015,
diperkirakan anggota IMAGE sekitar kurang lebih 300 orang.
Berkat perjuangan anggota-anggota IMAGE, saat ini (2015)
IMAGE sudah tidak di lecehkan lagi. Bahkan banyak sekali orang-orang yang
berdiskusi sambil memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan IMAGE setiap hari. Pengunjung
yang datang ke IMAGE tidak hanya dari kaum “Ungu” saja, melainkan banyak kaum
yang ikut bergabung disana, misalnya “Putih”, “Hijau Tua”, “Hijau Muda”, “Biru
Muda” dan lain sebagainya.
Kami yakin bahwa setiap “Perjuangan” pasti akan membuah “Hasil”,
dan “Hasil” tergantung pada seberapa besar “Perjuangan” kita.
The Gazebo Academy
Nama : Bang Bagas ( Pojok Kiri )
Angkatan : 2011
Spesialis : Bisnis
Rangking : 85
Nama : Bang Zirka
Angkatan : Tak terhingga
Spesialis : Pemalas yang Congkak
Rangking : 100

Nama : Bang Bayu
Angkatan : 2011
Spesialis : Updater Style
Rangking : 85
Nama : Bang Ica
Angkatan : 2011
Spesialis : Pemberi Pencerahan
Rangking : 85
Nama : Bang Lana
Angkatan : 2011
Spesialis : Diktator
Rangking : 85
Nama : Bang Rama
Angkatan : Legend
Spesialis : Pemalsu Kenyataan
Rangking : 90
Nama : Bang Sodiq ( Paling kanan )
Angkatan : 2011
Spesialis : Congkak
Rangkig : 85
Nama : Fahry ( Gambar Samaran )
Angkatan : 2012
Spesialis : Pemalu dan Rendah Hati
Rangking : 85
Nama : Lisin
Angkatan : 2012
Spesialis : Penderitaan Cinta
Rangking : Tak terhingga
Maaf bagi kawan-kawan Gazebo yang belum ke data, soalnya kapasitas upload di Blognya sudah Over, jadi gak bisa di Upload lagi gambarnya, hehehe
Untuk pembaca yang menginginkan Kontak dari orang-orang diatas, silahkan corat-coret di tempat yang sudah disediakan ( Chat Box ).
NB : Orang-orang diatas mencari pujaan hati yang setia, hahaha
Angkatan : 2011
Spesialis : Bisnis
Rangking : 85
Nama : Bang Zirka
Angkatan : Tak terhingga
Spesialis : Pemalas yang Congkak
Rangking : 100

Nama : Bang Bayu
Angkatan : 2011
Spesialis : Updater Style
Rangking : 85
Nama : Bang Ica
Angkatan : 2011
Spesialis : Pemberi Pencerahan
Rangking : 85
Nama : Bang Lana
Angkatan : 2011
Spesialis : Diktator
Rangking : 85
Nama : Bang Rama
Angkatan : Legend
Spesialis : Pemalsu Kenyataan
Rangking : 90
Nama : Bang Sodiq ( Paling kanan )
Angkatan : 2011
Spesialis : Congkak
Rangkig : 85
Nama : Fahry ( Gambar Samaran )
Angkatan : 2012
Spesialis : Pemalu dan Rendah Hati
Rangking : 85
Nama : Lisin
Angkatan : 2012
Spesialis : Penderitaan Cinta
Rangking : Tak terhingga
Maaf bagi kawan-kawan Gazebo yang belum ke data, soalnya kapasitas upload di Blognya sudah Over, jadi gak bisa di Upload lagi gambarnya, hehehe
Untuk pembaca yang menginginkan Kontak dari orang-orang diatas, silahkan corat-coret di tempat yang sudah disediakan ( Chat Box ).
NB : Orang-orang diatas mencari pujaan hati yang setia, hahaha
Kembali ke zaman Batu
Terdapat pembagian zaman dalam sejarah bumi ini. Salah satunya
yaitu zaman batu, dalam zam ini manusia bertahan hidup menggunakan alat-alat
yang terbuat dari batu. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa batu menjadi aspek
yang sangat penting pada zaman itu.
Sekarang kita dapat melihat sendiri fenomena yang terjadi hampir
disetiap wilayah Indonesia. Fenoma yang terjadi ialah tentang “Batu Akik” yang
telah menggegerkan Negara ini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa
sebagian besar menggunakan batu akik. Batu akik adalah salah satu batu mulia
yang didapatkan dari batu-batu
pegunungan dan lain sebagainya. Batu akik sendiri memiliki berbagai macam jenis
atau nama, seperti bacan, borneo, ijo lumot, dan lain-lain. Sebagian besar
tujuan orang memakai batu akik adalah untuk gaya-gayaan saja. Akan tetapi tidak
jarang juga ada orang yang menggunakan batu akik untuk membuat dirinya tahan
bacok, pemikat, dan lain-lain. Hal itu wajar karena budaya-budaya kita adalah
gabungan dari beberapa budaya, seperti Hindu-Budha, dan Islam. Terutama dalam
budaya Hindu-Budha, mereka mengenal adanya kepercayaan animism dan dinamisme
yaitu kepercayaan terhadap binatang dan benda-benda yang memiliki kekuatan
mistik.
Sebagian orang rela membayar dengan harga yang tinggi untuk sebuah
batu yang diyakininya memiliki kekuatan mistik. Entah apa yang membuat mereka
melakukan itu, tapi itulah yang terjadi dalam keseharian kita. Tapi tetap semua
itu dapat dijelaskan menggunakan ilmu pengetahuan. Kita mulai dengan pertanyaan
“Kenapa orang melakukan itu ?”. ini semua tidak luput dari yang namanya
“kepercayaan” yang telah didoktrin dalam pemikiran dan alam bawah sadar
seseorang oleh orang-orang terdahulu. Selain lewat doktrin, bisa juga lewat
proses pembelajaran, yang dimaksud dengan proses pembelajaran adalah ketika
seorang individu melihat bahwa ada orang yang kebal bacok dan orang itu
mengatakan “Ini semua berkat akik yang saya bawa” maka sebagian besar individu
mengecap bahwa “akik memiliki kekuatan magic yang begitu besar” tanpa meneliti
ulang kebenarannya. Ketika itu terjadi, maka hal yang tak mengherankan apabila
individu membeli akik yang berjenis sama dengan harga yang tak masuk akal
supaya mereka dapat memiliki ilmu yang sama. Hal itu berlaku juga untuk
kekuatan-kekuatan yang lainnya seperti pengasihan, hilang, dan lain sebagainya.
Padahal kalau kita kaji menggunakan ilmu agama, hal seperti itu tidak
diperbolehkan karena kita telah menduakan suatu Dzat Yang Sempurna dengan suatu
dzat yang tidak berdaya.
Jadi kesimpulannya adalah kita harus meneliti kebenarannya terlebih
dahulu sebelum melakukan pengecapan terhadap sesuatu yang belum tentu benar.
Supaya kita tidak termasuk kedalam orang-orang yang tersesat dalam pemikiran
dangkalnya. Batu hanyalah batu takkan pernah berubah menjadi sesuatu yang dapat
menyelamatkan kita dari bencana. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang
bijaksana dan teliti dalam menjalani kehidupan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)








