Biografi Sang Hina Part 5
Kunjungan
“Sang Pelita”
Selamat
siang pembaca semuanya, salam keselamatan bagi kita semua. Sebelumnya penulis
meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk para pembaca, karena penulis sudah
jarang memposting cerita di blog ini. Hal ini dikarenakan karena penulis masih
sibuk untuk menyelesaikan tugas dan kewajiban, hehe (red). Tidak usah panjang
lebar lagi, langsung saja penulis akan menceritakan lanjutan dari Biografi Sang
Hina.
Dalam
“Biografi Sang Hina Part 5” kali ini, penulis akan menceritakan
kenangan-kenangan penulis ketika bertemu dengan sosok “Sang Pelita” atau Kiyai
penulis, sewaktu penulis berada dalam alam bawah sadar. Untuk para pembaca yang
menyukai cerita bergenre mistik,
mungkin cerita kali ini akan menambah sedikit pengetahuan pembaca mengenai
hal-hal yang berbau mistik.
Awal
mula penulis didatangi oleh “Sang Pelita” (Buyut Penulis) dalam alam bawah
sadar penulis yaitu pada saat penulis masih menduduki SMP. Pada saat itu,
penulis bermimpi sedang berada didepan kantor dari sekolahan penulis. Penulis melihat
satu persatu orang yang sedang lewat didepan kantor seakan-akan sedang menanti
sesuatu. Dan secara tiba-tiba, tangan penulis memegang kepala salah satu orang
yang lewat didepan penulis atau didepan kantor sekolahan penulis sambil
berteriak “Keluarlah kamu !!! 3x”. Seketika
situasi yang awal mula berupa lingkungan sekolah berubah menjadi hutan jati. Penulis
merasa sangat kebingungan dengan kejadian tersebut. Disela-sela kebingungan
penulis, terdengar suara seseorang yang tidak diketahui keberadaannya oleh
penulis. Penulis yang merasa kaget dengan suara tersebut, langsung mencari
sumber suara tersebut. Setelah beberapa saat penulis mencari sumber suara
tersebut, akhirnya penulis mengetahui sumber suara misterius tersebut. Sumber suara
seseorang yang misterius itu ternyata tidak jauh dari keberadaan penulis, yaitu
berada tepat dibelakang penulis. “Tenanglah,
aku akan selalu berada dibelakangmu” kata seseorang misterius tersebut
disela-sela kebingungan penulis akan peristiwa yang baru saja terjadi. Tiba-tiba
datang pusaran angin yang sangat dahsyat dari atas penulis sehingga membuat penulis
dan orang misterius itu terpental ke tanah. Saat itulah pertama kali penulis
melihat wajah dari laki-laki tersebut, yang pada akhirnya diketahui sebagai
Buyut dari penulis (Berdasarkan cerita dari bapak penulis).
Bagaimana
mengenai kenangan penulis yang pertama tadi ???. SERU Kan ???, hehe. Kalau kurang
seru, tenang saja. Penulis masih punya beberapa lagi kenangan khususnya pada
saat bertemu dengan “Sang Peliat”. Lanjut saja ya para pembaca, cerita
berikutnya dimulai saat penulis menduduki kelas X di salah satu Madrasah Aliyah
Negeri yang favorit di daerah Kudus (untuk cerita pada masa sekolah, bisa
penulis baca di part2 sebelumnya. DIJAMIN SERU, hehe). Pada waktu
itupenulis menulihat adik penulis yang pulang ke rumah dalam keadaan setengah
sadar, penulis yang menaruh curiga pada sang adik langsung mendatangi dan
menanyai sang adik. Dari penjelasan sang adik, penulis mengetahui bahwa adik
penulis telah diracuni oleh teman-temannya dengan narkoba. Penulis yang sudah
sangat marah akhirnya mengejar teman-teman dari adik penulis. Adegan kejar-kejaranpun
tidak terelakkan lagi, namun entah ilmu apa yang dimiliki oleh teman-teman dari
adik penulis, mereka bisa berlari diatas genteng. Penulis yang merasa keheranan
langsung mengamalkan sedikit ilmu yang Tuhan titipkan pada penulis dan langsung
mengikuti mereka. Namun, penulis sangat terkejut ketika orang-orang yang
dikejar penulis hilang entah kemana berganti dengan sesosok berjubah hitam yang
berada dibelakang penulis dan mengejar penulis. Sedikit ciri-ciri sosok yang
mengejar penulis. Sosoknya tinggi besar dan berjubah hitam pekat denga membawa
sebilah pedang (mirip seperti malaikat maut yang ada di tipi-tipi, hehe). Seiring
munculnya sosok tersebut, ilmu penulis yang diamalkan seketika menghilang dan
menyebabkan penulis tersungkur ketanah dalam keadaan sujud. Sosok berjubah yang
awalnya berada diatas penulis berangsur-angsur turun dan berada tepat
dibelakang penulis. Penulis sangat ketakutan dengan sosok tersebut, sehingga
badan penulis menggigil dan penulis tidak mau beranjak dari posisi sujud. Setelah
beberapa saat, penulis baru menyadari bahwa penulis bersujud diatas gambar
seseorang yang bersorban seperti orang-orang Bangsa Arab. Saat penulis
menyadari hal tersebut, tanah yang dibuat bersujud oleh penulis secara
tiba-tiba berputar, dan disela-sela putaran itu, muncul suatu amalan yang
sampai saat ini masih diamalkan oleh penulis. Sekedar info, amalan ini sama
seperti yang diberikan oleh guru dari ayah penulis ( lihat di Biografi Sang
Hina Part 1) padahal penulis tidak pernah dikasih tau mengenai bacaan amalan
tersebut sebelumnya.
CUKUP SEKIAN DULU YA PARA PEMBACA, ASLINYA
MASIH BANYAK LAGI, KALAU DIBERI KESEMPATAN, INSY ALLOH AKAN PENULIS LANJUTKAN
LAGI. J
Termakasih
penulis haturkan pada semua pembaca. Dan salam keselamatan untuk kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar