Assalamu'alaikum, Selamat Datang dan Selamat Membaca

Minggu, 03 Juni 2018

Biografi Sang Hina Part 5
Kunjungan “Sang Pelita”

Selamat siang pembaca semuanya, salam keselamatan bagi kita semua. Sebelumnya penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk para pembaca, karena penulis sudah jarang memposting cerita di blog ini. Hal ini dikarenakan karena penulis masih sibuk untuk menyelesaikan tugas dan kewajiban, hehe (red). Tidak usah panjang lebar lagi, langsung saja penulis akan menceritakan lanjutan dari Biografi Sang Hina.

Dalam “Biografi Sang Hina Part 5” kali ini, penulis akan menceritakan kenangan-kenangan penulis ketika bertemu dengan sosok “Sang Pelita” atau Kiyai penulis, sewaktu penulis berada dalam alam bawah sadar. Untuk para pembaca yang menyukai cerita bergenre mistik, mungkin cerita kali ini akan menambah sedikit pengetahuan pembaca mengenai hal-hal yang berbau mistik.

Awal mula penulis didatangi oleh “Sang Pelita” (Buyut Penulis) dalam alam bawah sadar penulis yaitu pada saat penulis masih menduduki SMP. Pada saat itu, penulis bermimpi sedang berada didepan kantor dari sekolahan penulis. Penulis melihat satu persatu orang yang sedang lewat didepan kantor seakan-akan sedang menanti sesuatu. Dan secara tiba-tiba, tangan penulis memegang kepala salah satu orang yang lewat didepan penulis atau didepan kantor sekolahan penulis sambil berteriak “Keluarlah kamu !!! 3x”. Seketika situasi yang awal mula berupa lingkungan sekolah berubah menjadi hutan jati. Penulis merasa sangat kebingungan dengan kejadian tersebut. Disela-sela kebingungan penulis, terdengar suara seseorang yang tidak diketahui keberadaannya oleh penulis. Penulis yang merasa kaget dengan suara tersebut, langsung mencari sumber suara tersebut. Setelah beberapa saat penulis mencari sumber suara tersebut, akhirnya penulis mengetahui sumber suara misterius tersebut. Sumber suara seseorang yang misterius itu ternyata tidak jauh dari keberadaan penulis, yaitu berada tepat dibelakang penulis. “Tenanglah, aku akan selalu berada dibelakangmu” kata seseorang misterius tersebut disela-sela kebingungan penulis akan peristiwa yang baru saja terjadi. Tiba-tiba datang pusaran angin yang sangat dahsyat dari atas penulis sehingga membuat penulis dan orang misterius itu terpental ke tanah. Saat itulah pertama kali penulis melihat wajah dari laki-laki tersebut, yang pada akhirnya diketahui sebagai Buyut dari penulis (Berdasarkan cerita dari bapak penulis).

Bagaimana mengenai kenangan penulis yang pertama tadi ???. SERU Kan ???, hehe. Kalau kurang seru, tenang saja. Penulis masih punya beberapa lagi kenangan khususnya pada saat bertemu dengan “Sang Peliat”. Lanjut saja ya para pembaca, cerita berikutnya dimulai saat penulis menduduki kelas X di salah satu Madrasah Aliyah Negeri yang favorit di daerah Kudus (untuk cerita pada masa sekolah, bisa penulis baca di part2 sebelumnya. DIJAMIN SERU, hehe). Pada waktu itupenulis menulihat adik penulis yang pulang ke rumah dalam keadaan setengah sadar, penulis yang menaruh curiga pada sang adik langsung mendatangi dan menanyai sang adik. Dari penjelasan sang adik, penulis mengetahui bahwa adik penulis telah diracuni oleh teman-temannya dengan narkoba. Penulis yang sudah sangat marah akhirnya mengejar teman-teman dari adik penulis. Adegan kejar-kejaranpun tidak terelakkan lagi, namun entah ilmu apa yang dimiliki oleh teman-teman dari adik penulis, mereka bisa berlari diatas genteng. Penulis yang merasa keheranan langsung mengamalkan sedikit ilmu yang Tuhan titipkan pada penulis dan langsung mengikuti mereka. Namun, penulis sangat terkejut ketika orang-orang yang dikejar penulis hilang entah kemana berganti dengan sesosok berjubah hitam yang berada dibelakang penulis dan mengejar penulis. Sedikit ciri-ciri sosok yang mengejar penulis. Sosoknya tinggi besar dan berjubah hitam pekat denga membawa sebilah pedang (mirip seperti malaikat maut yang ada di tipi-tipi, hehe). Seiring munculnya sosok tersebut, ilmu penulis yang diamalkan seketika menghilang dan menyebabkan penulis tersungkur ketanah dalam keadaan sujud. Sosok berjubah yang awalnya berada diatas penulis berangsur-angsur turun dan berada tepat dibelakang penulis. Penulis sangat ketakutan dengan sosok tersebut, sehingga badan penulis menggigil dan penulis tidak mau beranjak dari posisi sujud. Setelah beberapa saat, penulis baru menyadari bahwa penulis bersujud diatas gambar seseorang yang bersorban seperti orang-orang Bangsa Arab. Saat penulis menyadari hal tersebut, tanah yang dibuat bersujud oleh penulis secara tiba-tiba berputar, dan disela-sela putaran itu, muncul suatu amalan yang sampai saat ini masih diamalkan oleh penulis. Sekedar info, amalan ini sama seperti yang diberikan oleh guru dari ayah penulis ( lihat di Biografi Sang Hina Part 1) padahal penulis tidak pernah dikasih tau mengenai bacaan amalan tersebut sebelumnya.

CUKUP SEKIAN DULU YA PARA PEMBACA, ASLINYA MASIH BANYAK LAGI, KALAU DIBERI KESEMPATAN, INSY ALLOH AKAN PENULIS LANJUTKAN LAGI. J

Termakasih penulis haturkan pada semua pembaca. Dan salam keselamatan untuk kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar