Salam keselamatan bagi semua pembaca. Kali ini penulis akan melanjutkan part dari Sang Hina yang dulu sempat terputus. Judul kali ini adalah Kembali "TERJEBAK" dalam Lubang Iblis. Kenapa harus ada kata "Kembali" ?. Ada apa dengan kata "Terjebak dalam lubang iblis" ?. Penulis akan menjabarkan semuanya disini, jadi tetap baca hingga kalimat yang terakhir ya !!! hehe.
Kata "Kembali" diperuntukkan untuk sesuatu hal yang di ulang lagi. Sedangkan untuk kata "Terjebak dalam lubang iblis" adalah ketika seseorang tidak mampu mengontrol nafsu dan masuk dalam hasutan iblis laknat.
Hal seperti inilah yang terjadi pada Sang Hina sewaktu dia bekerja sebagai marketing. Saat itu cuaca sangatlah cerah, hingga tenggorokan Sang Hina kering bagaikan telaga tanpa air. Teman-teman Sang Hina yang merasakan hal sama, mengajak Sang Hina untuk minum di suatu kedai kelapa muda pada siang itu. Bagaimana rasanya ketika ada es kelapa muda membasahi tenggorokan yang sangat kering ???. Brrrrr, Bisa pembaca bayangkan sendiri, intinya apa yang pembaca bayangkan, itulah yang dirasakan Sang Hina pada waktu itu. Hehe
Tidak akan terjadi masalah apapun jika hal itu dilakukan pada hari biasa. Masalahnya adalah pada waktu itu bertepatan dengan bulan suci umat Islam sedunia. Jadi intinya teman-teman Sang Hina membujuk dia untuk membatalkan puasa hampir setiap hari. Pada awalnya, Sang Hina mampu menepis semua godaan dan rayuan yang ada. Namun, karena hampir setiap hari godaan selalu menyertai, akhirnya benteng Sang Hina yang kokoh mampu diruntuhkan. Mungkin banyak pembaca yang mencibir Sang Hina karena perilakunya ini. Tapi orang-orang "lapangan" pasti dapat mengerti dan memahami kejadian ini.
Pada awalnya Sang Hina tetap bertanggung jawab dengan hanya membatalkan puasa 1 kali saja. Tapi godaan yang sangat intens membuat Sang Hina tak mampu berbuat apa-apa lagi. Sang Hina terpaksa membatalkan beberapa puasanya dalam bulan suci tersebut.
Setelah bulan suci lewat, Sang Hina mengakui kesalahannya dan mencoba untuk menebusnya. Sang Hina teringat akan kejadian yang serupa sewaktu Sang Hina masih mengenakan seragam putih abu-abu. Pada saat itu, Sang Hina yang memutuskan jalan kaki untuk pulang ke gubuknya, merasa kelelahan dan kehausan. Setibanya di gubuk, Sang Hina merasa heran dengan pintu kamarnya yang terkunci dari dalam. Dengan hati yang dipenuhi dengan perasaan curiga dan penasaran, Sang Hina memutuskan untuk mendobrak pintu kamar. Setelah pintu berhasil terbuka, Sang Hina seakan tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh matanya saat itu.
Sang Hina memergoki beberapa temannya sedang buka bersama pada waktu yang tidak seharusnya. Melihat Sang Hina muncul secara tiba-tiba, teman-teman Sang Hina yang kepergok langsung menarik Sang Hina masuk kamar dan kembali mengunci pintu dari dalam.
Setelah pintu terkunci dan keadaan dirasa aman, teman-teman Sang Hina langsung menyodorkan nasi bungkus, lauk dan berbagai macam minuman dingin. Sang Hina yang masih junior diantara yang lain seakan terlarut dalam keadaan dan semakin terjerumus dalam lubang iblis.
Mungkin cerita ini banyak sekali yang mengalami, namun Sang Hina berpesan bahwa janganlah kita membanggakan kejelekan. Hal ini dikarenakan kita akan mendapatkan banyak masalah sesudahnya.
Mungkin itu dulu ya pembaca, mohon maaf kalau ada kesalahan kata maupun kalimat.
Salam keselamatan untuk kita semua.
Minggu, 17 September 2017
Kembali "TERJEBAK" dalam Lubang Iblis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar