Banjir menjadi momok yang sangat menjengkelkan bahkan sangat mengerikan. Sawah ladang hancur berantakan karena air yang melebihi ukuran, saluran air tak mengalir lancar karena air tak punya jalan keluar. Cuaca yang tak menentu juga menyebabkan air turun tak terbendung. Sehingga sungai dan saluran air pun tidak mampu menampung. Khususnya di salah satu daerah di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang saat ini penulis tempati. Masyarakat yang rumahnya rendah (pondasi) harus rela pergi dari rumah hanya untuk mandi, kencing, dan buang air besar. Hal ini dikarenakan air di dalam sapiteng atau penampung pembuangan air sudah tidak mampu membendung air. Sehingga air yang berada dalam penampungan tersebut muncul hingga melewati permukaan tanah. Siapakah yang harus di salahkan atas kejadian banjir ini ?. Apakah cuaca yang tidak menentu dan ekstrim atau diluar kebiasaan ?. Ataukah perilaku manusia yang selalu mengeksploitasi bumi tanpa memikirkan kelanjutan hidup bumi ini ?. Hanya kesadaran dirilah yang mampu menjawab semua pertanyaan itu. Seringkali kita membuang sampah di sembarang tempat walaupun ukurannya sangat tidak seberapa. Seringkali kita menebang pohon-pohon yang tumbuh subur hanya karena kita ingin membangun rumah mewah yang diimpikan. Kita boleh memanfaatkan semua yang ada di bumi ini, tapi kita juga harus memikirkan bagaimana bumi ini tetap bisa di manfaatkan oleh anak cucu kita nanti. Jika hal itu tidak dilakukan yang terjadi bukan pemanfaatan lagi tapi sudah memasuki eksploitasi atau PENGHANCURAN. Kita tidak akan marah jika tidak ada sebabnya, begitupun dengan bumi yang kita huni sekarang. Pikirkanlah dengan penuh kesadaran atas semua perilaku kita terhadap bumi ini sehingga kamu tidak menyesal di kemudian hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar